Sumsel

Sumsel Kirim Sampel Serat Nanas Prabumulih ke Spanyol, Langkah Awal Menuju Ekspor Global

Maman Suparman | 4 Maret 2025, 18:30 WIB
Sumsel Kirim Sampel Serat Nanas Prabumulih ke Spanyol, Langkah Awal Menuju Ekspor Global

AKURAT.CO SUMSEL Upaya hilirisasi nanas Prabumulih terus mendapat perhatian serius dari Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan (Sumsel).

Dalam rangka memperluas pasar ekspor, balai tersebut baru-baru ini mengirimkan sampel serat kulit nanas ke Spanyol sebagai bagian dari langkah awal mengenalkan produk unggulan ini ke kancah internasional.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumsel, Kostan Manalu, menyampaikan bahwa pihaknya memastikan kualitas dan kesehatan serat nanas sebelum dikirim ke luar negeri.

“Kami memastikan sampel yang dikirim telah memenuhi standar mutu sehingga dapat bersaing di pasar internasional. Langkah ini menjadi strategi penting dalam mendorong ekspor serat nanas Prabumulih,” ujarnya, Selasa (4/3/2025).

Lebih lanjut, Kostan menjelaskan bahwa langkah ini sejalan dengan program hilirisasi dan industrialisasi yang menjadi bagian dari Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran.

Ia menekankan bahwa kulit nanas dari Prabumulih memiliki potensi besar untuk dikembangkan di sektor industri tekstil dan kerajinan.

“Kami yakin bahwa ekspor langsung dari Sumsel dapat terus berlanjut. Hal ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi petani dan pelaku usaha di Prabumulih serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional,” jelasnya.

Baca Juga: Produksi Nanas di Prabumulih Tembus Ribuan Ton, Siap Saingi Pasar DuniaBaca Juga: Produksi Nanas di Prabumulih Tembus Ribuan Ton, Siap Saingi Pasar Dunia

Kostan juga menyoroti pentingnya ekspor yang dilakukan secara langsung dari Sumatera Selatan, bukan lagi melalui daerah lain seperti Jakarta. Selama ini, pengiriman komoditas masih harus melewati lintas daerah sebelum akhirnya diekspor.

“Dengan ekspor langsung dari Sumsel, proses distribusi akan lebih efisien. Kami berharap ini menjadi awal dari ekspor berkelanjutan dalam skala yang lebih besar di masa depan,” tambahnya.

Dalam upaya memastikan standar internasional terpenuhi, Balai Karantina Sumsel melakukan serangkaian pemeriksaan kualitas pada serat nanas. Hal ini mencakup pengecekan fisik untuk memastikan produk layak masuk ke pasar global.

Selain itu, bimbingan intensif kepada eksportir juga dilakukan agar mereka memahami prosedur ekspor yang benar.

“Melalui digitalisasi dan sistem pelacakan, sumber komoditas dapat dipantau dengan lebih akurat. Ini penting untuk menjaga kualitas dan reputasi produk kita di pasar internasional,” kata Kostan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Sumsel merupakan salah satu daerah penghasil nanas terbesar di Indonesia.

Pada tahun 2023, produksi nanas di Sumsel mencapai 477,43 ribu ton, menjadikannya daerah penghasil nanas terbesar kedua setelah Lampung yang mencatat produksi sebesar 722,85 ribu ton.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia