Eks Wawako Palembang Fitrianti Agustinda dan Suami Resmi Jadi Tersangka Korupsi Dana PMI

AKURAT.CO SUMSEL Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang resmi menetapkan mantan Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda, dan suaminya yang juga anggota DPRD Kota Palembang, Dedi Sipriyanto, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana pengganti pengolahan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang.
Penetapan dilakukan setelah tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Palembang menemukan dua alat bukti yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP.
"FA dan DS ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan alat bukti kuat dalam perkara korupsi dana pengolahan darah PMI Palembang periode 2020–2023," ungkap Kepala Kejari Palembang, Hutamrin, Rabu (9/4/2025).
Tak hanya Fitrianti dan Dedi, Kejari juga menetapkan satu pejabat internal PMI, yakni Kepala Bagian Administrasi dan Umum Unit Transfusi Darah PMI Kota Palembang, sebagai tersangka.
Dana Tak Sesuai Peruntukan, Potensi Rugikan Negara Menurut Kajari, kasus ini bermula dari temuan indikasi penyimpangan penggunaan dana pengganti pengolahan darah yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Penyimpangan tersebut berpotensi menimbulkan kerugian negara.
Baca Juga: Fakta-Fakta Pertemuan Prabowo Subianto dengan Megawati, Penuh Senyum Hangat dan Akrab
"Kedua tersangka memiliki peran aktif dalam pengelolaan dana tersebut, dan tidak menjalankannya sesuai dengan ketentuan," tegas Hutamrin.
Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Fitrianti dan Dedi sempat menjalani pemeriksaan intensif sebagai saksi. Proses hukum, lanjut Kajari, tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, namun penyidikan mengarah pada keterlibatan langsung keduanya.
Keduanya dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Tipikor, serta Pasal 55 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
Tersangka Ditahan, Fitrianti Bantah Ada Hibah
Mulai Rabu (9/4), Kejari melakukan penahanan terhadap kedua tersangka. Fitrianti ditahan di Lapas Perempuan Kelas II A Palembang, sementara Dedi ditahan di Rutan Kelas I A Palembang untuk 20 hari ke depan guna kepentingan penyidikan.
Namun dalam pernyataannya kepada media, Fitrianti membantah tudingan tersebut. Ia menyebut tidak pernah ada dana hibah yang diterima PMI Palembang selama masa kepemimpinannya.
"Tolong dicatat, dana hibah sudah diperiksa BPK dan tidak ada kerugian negara," ujarnya singkat. (Deny Wahyudi)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cek Harga Emas Perhiasan Palembang Senin 2 November 2026, Naik atau Turun?
- 2BSU Kemnaker Cair November 2026, Cek Syarat Penerima dan Besaran Bantuan
- 3Kapan BSU Kemnaker 2026 Cair? Cek Jadwal dan Besaran Bantuannya di Sini
- 4Rekrutmen TNI AD 2027 Dibuka, Ini Jadwal Bintara dan Tamtama serta Cara Daftarnya
- 5Update Harga Terbaru Emas Perhiasan Palembang Rabu 4 November 2026
- 6Harga Emas Perhiasan Palembang Stabil Hari Ini, Termahal Rp13,7 Juta per Suku
- 7Daftar Hari Besar Nasional November 2026, Cek Tanggal Merah dan Hari Liburnya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu 4 November 2026, Aries hingga Leo Punya Peluang Baru
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








