Soal Karhutla di Sumsel, Menteri LHK: Tidak Cukup Hanya Melakukan Pemadaman Karhutla

AKURAT.CO SUMSEL Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) yang tak kunjung padam mendapat perhatian dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya.
Menteri LHK, Siti Nurbaya mengatakan kebakaran yang terjadi di lahan gambut Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ini berbahaya jika tidak segera dipadamkan, terlebih lagi asapnya yang bisa melintasi negara.
"Sumsel ini punya wilyah gambut yang luas, yang terbakar ini adalah wilayah konsesi yang pailit, dan sedang dalam proses kepailitan dan akan dicarikan langkah dan tidak bisa dibiarkan terbakar,” ujarnya saat Rapat Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama Pj Gubernur Sumsel di Kantor DAOPS Manggala Agni, Kelurahan Kutaraya, Kayuagung, OKI, Minggu (12/11/2023)
Pihaknya juga sudah melakukan analisis secara keseluruhan karhutla yang terjadi di Sumsel. Tahun 2023 ini jumlah titik panas menjadi titik api sekira 10.090 titik. Dibandingkan 2019, jumlahnya sebanyak 29.000 titik, tertinggi pada 2015 yang jumlahnya 71.000 titik api.
"Dari total 109.000 hektare hutan dan lahan terbakar di Sumsel sepanjang Januari hingga Oktober 2023, kejadian terparah ada di Desa Jungkal. Operasi pemadaman sudah dimulai sejak 9 September 2023. Namun, kebakaran tetap meluas hingga mencapai 6.000 hektare," jelasnya.
Baca Juga: Mentri LHK Pantau Langsung Karhutla di Kabupaten OKI
Siti juga menegaskan bahwa harus ada pengamanan lebih lanjut. Tidak cukup hanya melakukan pemadaman karhutla. Harus ada aspek tata kelola lahan yang perlu lebih ketat dikontrol.
"Untuk perusahan yang melanggar aturan sudah ada langkah-langkah penegakan hukum dari Ditjen Gakkum. Pemda juga bisa mengambil langkah-langkah sanksi hukum kepada perusahaan. Kita bisa paralel, tidak ada masalah," ungkapnya.
Sementara itu, Pj Gubernur Sumsel mengatakan Pemprov Sumsel bersama bupati/walikota, Forkopimda dan stakeholder terus bersinergi melakukan penanganan Karhutla.
"Salah satu langkah dengan menggeser angaran untuk penanganan Karhutla karena kondisi darurat," ujarnya.
Bahkan, penanganan juga dilakukan terpadu dan komprehensif sehingga semuanya bergerak dan berkesinambungan.
"Bukan hanya mengatasi kebakarannya saja, tapi bagaimana menyiapkan, mengantisipasi kebakaran yang akan datang," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 2Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 3Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 4Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 65 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 7Harley-Davidson Siapkan Motor Murah Sprint, Harga Berpotensi Rp30 Jutaan
- 85 Brand Kecantikan di Bawah Martha Tilaar Group, Ada PAC hingga Belia
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu






