Sumsel

Awal Ramadan 2026 Muhammadiyah Vs Pemerintah Potensi Berbeda, BRIN Jelaskan Penyebabnya

St Shofia Munawaroh | 7 Februari 2026, 11:27 WIB
Awal Ramadan 2026 Muhammadiyah Vs Pemerintah Potensi Berbeda, BRIN Jelaskan Penyebabnya

AKURAT. CO SUMSEL - Penetapan awal puasa Ramadan 2026 antara pemerintah dengan organisasi masyarakat (Ormas) Muhammadiyah nampaknya kembali mengalami perbedaan.

Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, memprediksi awal Ramadan 1447 Hijriah di Indonesia akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026.

Prediksi tersebut didasarkan pada posisi hilal lokal pada Selasa, 17 Februari 2026.

Baca Juga: 5 Minuman Segar Penurun Darah Tinggi yang Alami dan Mudah Dibuat di Rumah

Thomas menjelaskan, Kementerian Agama bersama mayoritas organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia selama ini menggunakan kriteria hilal lokal dalam penentuan awal bulan hijriah, termasuk Ramadan.

Berdasarkan perhitungan astronomis, posisi Bulan saat matahari terbenam pada 17 Februari masih berada di bawah ufuk, sehingga tidak mungkin dilakukan rukyat.

Dengan demikian, awal Ramadan jatuh pada hari berikutnya, yakni 19 Februari 2026.

Baca Juga: 5 Film Keluarga Terbaik yang Enak Ditonton Bareng, Cocok untuk Akhir Pekan

Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan ini berdasarkan perhitungan hisab hakiki dan acuan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) tanpa menunggu pengamatan hilal.

Penjelasan BRIN Soal Perbedaan Penetapan Awal Puasa

Baca Juga: Mensos Pastikan Penyaluran Bansos PKH dan BPNT 2026 Sudah Dimulai

Lebih lanjut, Thomas pun menjelaskan hal-hal yang menyebabkan terjadinya perbedaan penetapan awal puasa antara Muhammadiyah dengan pemerintah.

Menurut Thomas, Muhammadiyah menggunakan kriteria hilal global, yakni penetapan awal bulan dilakukan apabila hilal telah memenuhi syarat visibilitas di salah satu wilayah di dunia.

Baca Juga: Jadwal Bioskop Palembang Minggu, 8 Februari 2026, Didominasi Film Anak

Adapun peristiwa ijtimak terjadi sebelum fajar di Selandia Baru.

Berdasarkan kriteria tersebut, posisi Bulan pada 17 Februari 2026 telah memenuhi syarat visibilitas di wilayah Alaska, serta konjungsi terjadi sebelum fajar di Selandia Baru.

Dengan demikian, menurut pendekatan hilal global, awal Ramadhan 1447 Hijriah ditetapkan pada Rabu, 18 Februari 2026.(*) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.