Sumsel

5 Strategi Efektif dari Ahli untuk Mengatasi Sering Lupa

Deni Hermawan | 11 November 2025, 10:00 WIB
5 Strategi Efektif dari Ahli untuk Mengatasi Sering Lupa

AKURAT. CO SUMSEL – Fenomena sering lupa, atau yang dikenal dengan istilah brain fog, bukan hanya dialami oleh usia lanjut.

Generasi muda yang hidup di tengah kesibukan multitasking dan kurang tidur juga rentan mengalaminya.

Para ahli saraf dan kognitif menekankan bahwa daya ingat bukanlah kemampuan pasif, melainkan sebuah keterampilan yang harus diasah.

Baca Juga: Daftar Hak dan Tunjangan yang Diterima Keluarga atau Ahli Waris Pahlawan Nasional

Berikut adalah lima tips utama yang direkomendasikan untuk menjaga otak tetap tajam dan mengatasi lupa, sebagaimana dirangkum dari berbagai studi dan publikasi kesehatan terkemuka:

1. Prioritaskan Tidur dan Relaksasi Otak

Kurang tidur adalah salah satu pemicu utama penurunan fungsi memori.

Baca Juga: Wartawan Layak Dapat Imunitas Terbatas, PWI Tegaskan Perlindungan Tidak Boleh Sekadar Formalitas

Menurut riset dari Harvard Health Publishing, tidur malam yang berkualitas (7–9 jam untuk orang dewasa) sangat krusial.

Saat tidur, otak menjalankan proses penting yang disebut konsolidasi memori, yaitu menyortir dan menyimpan informasi yang dipelajari sepanjang hari.

Pastikan durasi dan kualitas tidur. Kelola stres melalui meditasi atau aktivitas santai lainnya, karena stres berkepanjangan dapat merusak bagian otak yang bertanggung jawab atas memori (Hippocampus).

Baca Juga: Sinopsis Pesugihan Sate Gagak, Ketika Pesugihan Tak Meminta Tumbal Manusia

2. Latihan Otak (Brain Exercise) dan Keterampilan Baru

Otak, sama seperti otot, memerlukan latihan teratur agar tidak kendur.

Mengisi teka-teki silang atau Sudoku memang membantu, tetapi para ahli menyarankan mempelajari keterampilan baru yang menantang koordinasi tubuh dan pikiran.

Baca Juga: Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik Palembang Selasa 11 November 2025

Seperti belajar bahasa baru, memainkan alat musik, atau mengambil rute alternatif saat berkendara.

Hal tersebut dapat mendorong perkembangan sel saraf baru dan menciptakan koneksi neural yang lebih kuat.

3. Optimalkan Asupan Nutrisi dan Hidrasi

Kinerja otak sangat bergantung pada asupan makanan.

Pola makan yang kaya antioksidan dan asam lemak Omega-3 terbukti mendukung kesehatan kognitif.

Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru 2026, BI Prediksi Inflasi Sumsel Masih Akan Menguat

Konsumsi ikan-ikan berlemak (salmon, sarden), sayuran hijau, kacang-kacangan, dan buah beri.

Batasi konsumsi gula, lemak jenuh, dan alkohol berlebihan, yang dapat mengganggu kemampuan otak menyimpan memori.

Selain itu, pastikan hidrasi cukup; dehidrasi ringan saja dapat memengaruhi fokus.

Baca Juga: Kepsek SDN 150 Palembang Lega Kasus Dugaan Kekerasan Siswa Berakhir, Harap Siswi Bisa Sekolah Lagi

4. Manfaatkan Alat Bantu dan Aturan Peletakan

Dalam era serba digital, jangan malu untuk menggunakan teknologi sebagai "otak kedua."

Gunakan reminder di ponsel, buat kalender digital, atau tulis tangan daftar tugas harian (to-do list).

Baca Juga: Berharap Keadilan, Orang Tua di Palembang Laporkan Dugaan Pelecehan Seksual Anak oleh Teman Sekolah  

Secara fisik, terapkan aturan peletakan barang secara teratur.

Selalu letakkan kunci, dompet, atau kacamata di tempat yang sama (seperti mangkuk khusus dekat pintu masuk) untuk menghilangkan kebutuhan memori spasial yang tidak perlu.

5. Hindari Multitasking dan Jaga Fokus

Multitasking sering dianggap efisien, padahal justru memecah fokus dan membuat otak kesulitan untuk encode (menyimpan) informasi.

Baca Juga: Energi Jupiter Mundur di Cancer, 5 Zodiak Ini Harus Introspeksi

Penelitian menunjukkan bahwa ketika kita mencoba melakukan terlalu banyak hal sekaligus, kita sering tidak mengingat salah satu tugas pun secara utuh.

Terapkan teknik single-tasking (fokus pada satu tugas hingga selesai) dan gunakan metode seperti Pomodoro untuk membagi waktu kerja dan istirahat agar konsentrasi tetap optimal.

Dengan mengaplikasikan lima strategi di atas, para ahli meyakini setiap individu dapat secara signifikan meningkatkan daya ingat dan ketajaman mental dalam aktivitas sehari-hari. (*) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.