Sumsel

Sejarah Hari Bumi, dari Aksi Tanggap Bencana Jadi Gerakan Lingkungan Global

St Shofia Munawaroh | 23 April 2025, 07:00 WIB
Sejarah Hari Bumi, dari Aksi Tanggap Bencana Jadi Gerakan Lingkungan Global

AKURAT. CO SUMSEL - Hari Bumi atau Earth Day diperingati setiap tanggal 22 April yang jatuh pada hari Selasa kemarin.

Gagasan ini dicetuskan oleh Senator Gaylord Nelson pada 1970 dan diawali dengan gerakan lingkungan hidup di Amerika Serikat.

Munculnya gerakan ini didasari oleh aksi tanggap terhadap bencana tumpahan minyak besar di Santa Barbara, California 1969.

Baca Juga: 120 Anak TK Ikuti Edukasi Tanggap Bencana yang Digelar BPBD Sumsel Sebagai Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 26 April

Pada saat itu, Senator Nelson mengajak seluruh masyarakat dan akademisi untuk menyuarakan keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan melalui aksi damai.

Pada 22 April 1970, sekitar 20 juta orang dari berbagai latar belakang turun ke jalan menuntut perlindungan lingkungan.

Aksi ini kemudian menjadi titik balik penting dalam sejarah gerakan lingkungan modern .

Baca Juga: Kasus Penyakit di Sumsel Capai 23.884 Sepanjang 2024, TBC dan DBD Masih Jadi Ancaman Serius

Gerakan inilah yang kemudian mendorong terbentuknya lembaga perlindungan lingkungan Amerika Serikat (EPA).

Gerakan tersebut juga melahirkan beberapa kebijakan penting seperti Clean Air Act, Clean Water Act, dan Endangered Species Act.

Pada 1990, Hari Bumi berubah menjadi peringatan berskala internasional.

Baca Juga: Palembang Gaet Investor China, Siap Terapkan Teknologi Canggih Atasi Banjir

Dimana sekitar 200 juta orang di lebih dari 140 negara ikut serta dalam berbagai kegiatan lingkungan.

Sejak saat itu, Hari Bumi menjadi ajang tahunan untuk meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya menjaga kelestarian bumi.

Baca Juga: BPBD Sumsel Gelar Penyusunan Dokumen Jitupasna dan R3P, Tingkatkan Kapasitas Rehabilitasi Pascabencana

Memasuki tahun 2025, Hari Bumi mengusung tema “Our Power, Our Planet” yang menyoroti pentingnya transisi ke energi terbarukan.

Momen ini digunakan sebagai pengingat bahwa Bumi adalah rumah bersama yang perlu dilindungi baik dari berbagai ancaman.

Seperti polusi, perubahan iklim, dan eksploitasi yang  berlebihan.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.