Kasus Penyakit di Sumsel Capai 23.884 Sepanjang 2024, TBC dan DBD Masih Jadi Ancaman Serius

AKURAT.CO SUMSEL Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat 23.884 kasus penyakit sepanjang tahun 2024.
Data terakhir yang diperbarui pada 16 Februari 2025 menunjukkan, angka penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi sorotan utama karena tingginya tingkat penyebaran di berbagai kabupaten dan kota.
Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Sumsel, TBC menjadi penyakit yang paling menonjol dengan angka penemuan kasus mencapai 1.970 per 100.000 penduduk secara provinsi.
Beberapa daerah bahkan mencatat angka temuan TBC di atas rerata provinsi, seperti Kabupaten Banyuasin dengan 2.009 kasus per 100.000 penduduk, dan Muara Enim dengan 1.968 kasus per 100.000 penduduk.
Tak hanya TBC, kasus HIV/AIDS baru juga tercatat cukup tinggi, terutama di Kota Palembang dengan 143 kasus baru sepanjang 2024.
Baca Juga: Heboh Dugaan Kekerasan Terhadap PPDS Unsri, Polda Sumsel Belum Terima Laporan Resmi
Kota Lubuklinggau dan OKU Timur turut melaporkan kasus yang signifikan, masing-masing sebanyak 30 dan 29 kasus HIV/AIDS baru.
Demam Berdarah Dengue (DBD) juga menjadi perhatian serius. Kota Prabumulih mencatatkan angka kesakitan DBD tertinggi dengan 226,7 kasus per 100.000 penduduk, disusul Lubuklinggau (118 kasus) dan Ogan Ilir (89,8 kasus).
Angka ini berada jauh di atas rata-rata provinsi yang tercatat 70,44 per 100.000 penduduk.
Sementara itu, meskipun kasus malaria sudah tergolong rendah di banyak wilayah, beberapa kabupaten seperti Ogan Komering Ulu dan Ogan Komering Ilir masih mencatat angka kesakitan malaria yang tinggi, masing-masing 110,2 dan 35 per 1.000 penduduk. Kondisi ini menunjukkan masih adanya tantangan endemik di wilayah tertentu.
Kusta, meskipun tak sebanyak TBC dan DBD, tetap muncul di berbagai wilayah. Ogan Komering Ulu menjadi daerah dengan jumlah kasus baru tertinggi, yakni 270 per 100.000 penduduk, jauh di atas rerata provinsi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









