Sinopsis Film Pengepungan di Bukit Duri, Karya Terbaru Joko Anwar yang Lain dari Biasanya

AKURAT. CO SUMSEL - Sutradara film ternama Joko Anwar merilis film barunya.
Pengepungan di Bukit Horor, menjadi film ke 11 Joko Anwar sepanjang kariernya menjadi sutradara.
Film ini mengangkat persoalan krisis sosial yang terjadi di Indonesia.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini, Sumsel Diguyur Hujan Petir dari Sore Sampai Malam
Dalam filmnya kali ini, Joko Anwar bukan hanya menampilkan sisi berbeda dari karyanya.
Joko Anwar yang biasa dikenal sebagai sutradara film horor, kini menyuguhkan film bergenre thriller dengan aksi menegangkan.
Selain itu, ia juga terlibat dalam penulisan script atau penulisan skenarionya yang ternyata sudah dimulai sejak tahun 2007.
Baca Juga: Lima Makanan Khas Palembang yang Wajib Dicoba Saat Liburan, Bikin Lidah Ketagihan
Sinopsis Film
Mengisahkan cerita dengan latar tahun 2027, di mana suasana masyarakat Indonesia saat itu sedang menghadapi kondisi bergejolak.
Kisahnya berpusat pada tokoh bernama Edwin, seorang pria yang ditugaskan menjadi pengajar di SMA Duri.
Awalnya Edwin hanya ingin mengajar dan mencari anak kakaknya yang hilang.
Ia sudah mendatangi seluruh sekolah di Jakarta Timur, namun tidak membuahkan hasil.
Hanya tersisa satu sekolah yakni SMA Duri yang belum didatanginya.
Baca Juga: Sumsel Miliki 6.693 Posyandu dan 71 Rumah Sakit Umum, Palembang Unggul dalam Jumlah RS dan Klinik
Ia pun mengajukan diri sebagai pengajar sekaligus menelusuri keberadaan keponakannya di sekolah tersebut.
Sementara itu, SMA Duri dikenal sebagai sekolah untuk anak buangan dan sangat berbahaya.
Aksi kekerasan dan bullying di sekolah itu seperti makanan sehari-hari.
Setiap hari ada saja keributan dan perkelahian yang terjadi.
Bahkam seluruh guru takut dengan siswa di sana.
Situasi menjadi semakin rumit ketika Edwin berhasil menemukan keponakannya.
Baca Juga: Viral Aksi Curanmor di Palembang, Pelaku Beraksi Saat Jalanan Sepi
Mereka terjebak di sekolah ketika seluruh kota sedang mengalami kerusuhan sosial.
Edwin tengah berada di ambang kehancuran.
Ia menghadapi perjuangan untuk bertahan hidup ketika sekolah tempatnya mengajar tiba-tiba berubah menjadi pertarungan antara hidup dan mati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1BMKG Prediksi 12 Daerah Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Cek Daftar Wilayahnya
- 2Harga BBM Pertamina, Vivo, Shell dan BP Rabu 16 September 2026
- 3Cek Bansos Kemensos September 2026, BPNT Rp600 000 Siap Cair
- 4Desil 1- 4 Dapat Bansos Apa Saja September 2026? Cek Daftarnya di Sini
- 5Antrean BBM di Palembang Tembus 10 Jam, Herman Deru Soroti Pasokan Pertalite dan Bio Solar
- 6Ramai Isu Gempa Megathrust Ancam Indonesia, Apa Saja yang Harus Disiapkan?
- 77 Daerah Sumsel Berstatus Awas Kekeringan, Palembang dan Prabumulih Siaga
- 8Harga iPhone Lama Usai iPhone 18 Pro Meluncur, Naik hingga Rp3 Jutaan per Produk
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









