Seni Mengendalikan Emosi, Kunci Hidup Tenang dan Produktif

AKURAT.CO SUMSEL – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang penuh tekanan, kemampuan mengendalikan emosi menjadi salah satu keterampilan terpenting.
Reaksi emosional yang tidak terkontrol, seperti amarah berlebihan atau kepanikan, tidak hanya merusak hubungan interpersonal tetapi juga berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik.
Para psikolog dan ahli kesehatan jiwa menekankan bahwa mengelola emosi bukanlah tentang menekan perasaan, melainkan tentang mengekspresikannya secara bijak dan tepat waktu.
Baca Juga: 5 Zodiak Siap Hadapi Tantangan dan Keberuntungan Hari Ini, Adakah Bintangmu?
Berikut adalah tiga strategi utama yang dapat diterapkan segera untuk mengambil kendali penuh atas reaksi emosional Anda:
1. Teknik "Jeda 10 Detik": Berpikir Sebelum Bertindak
Saat emosi negatif memuncak, tubuh kita cenderung merespons secara instan dan impulsif.
Baca Juga: 8 Agenda Pemerintah Kota November 2025, Simak Tanggal dan Lokasinya di Sini
Para ahli menyarankan praktik "Jeda 10 Detik" untuk memberikan waktu bagi otak rasional mengambil alih.
Napas Dalam: Ketika merasa terpicu, segera tarik napas dalam, pelan, dari hidung, tahan tiga detik, dan hembuskan perlahan lewat mulut. Lakukan ini berulang kali sambil berhitung mundur dari 10.
Fungsi Otak: Teknik pernapasan ini berfungsi menenangkan sistem saraf, mengurangi detak jantung yang cepat, dan mengaktifkan korteks prefrontal (bagian otak yang bertanggung jawab atas logika), sehingga Anda dapat berpikir dua kali sebelum mengeluarkan kata-kata penyesalan.
Baca Juga: 7 Film Wajib Ditonton November 2025, Ada Pangku hingga Agak Laen dengan Cerita Terbaru
Afirmasi Diri: Ulangi frasa penenang dalam hati, seperti: "Tenang, ini akan berlalu," atau "Saya bisa menyelesaikannya dengan kepala dingin."
2. Kenali Pemicu dan Lakukan Pengalihan Fokus
Mengendalikan emosi dimulai dengan kesadaran diri (self-awareness).
Baca Juga: 8 Agenda Pemerintah Kota November 2025, Simak Tanggal dan Lokasinya di Sini
Penting untuk mengidentifikasi apa yang menjadi pemicu emosi negatif Anda.
Membuat Jurnal Emosi: Catat situasi, waktu, dan orang yang membuat Anda merasa marah atau cemas. Dengan mengenali pola pemicu, Anda bisa mulai melakukan pemilihan situasi (misalnya, menghindari topik pembicaraan sensitif atau orang tertentu).
Mengubah Lingkungan: Jika emosi mulai memuncak, segera alihkan fokus Anda. Berjalan-jalan sejenak menghirup udara segar, mendengarkan musik favorit, atau berolahraga ringan terbukti mampu mengurangi kadar hormon stres (kortisol) dalam tubuh.
Baca Juga: 5 Kuliner Nusantara Masuk Daftar 100 Makanan Terbaik Dunia, Ada Nasi Goreng hingga Pempek
Memodifikasi Pemikiran: Coba ubah sudut pandang negatif menjadi positif.
Daripada berpikir, "Mengapa ini selalu terjadi pada saya?", coba pikirkan, "Apa yang bisa saya pelajari dari situasi ini?"
3. Komunikasi Asertif Pasca-Ketenangan
Baca Juga: SFC Bukan Lawan Pemerintah, Tapi Simbol Kebanggaan Sumatera Selatan
Meredam emosi sepenuhnya dapat berdampak buruk pada kesehatan, memicu kecemasan atau masalah tidur.
Oleh karena itu, setelah merasa tenang, penting untuk mengekspresikan emosi dengan benar.
Jauhi Konfrontasi Langsung: Tunggu hingga Anda benar-benar tenang sebelum membahas masalah dengan pihak lain.
Baca Juga: 27 Kilometer Jalur Baru Dibangun di Sungai Lilin, Distribusi Batu Bara Kian Lancar
Gunakan Bahasa 'Saya': Ungkapkan perasaan Anda secara asertif tanpa menyalahkan orang lain. Contoh: "Saya merasa kecewa ketika..." (bukan: "Kamu selalu membuat saya marah!").
Cari Bantuan Profesional: Jika emosi terasa tidak terkendali dan mengganggu fungsi hidup sehari-hari, berkonsultasi dengan psikolog atau konselor dapat memberikan strategi penanganan yang terpersonalisasi.
Pesan Kunci: Mengontrol emosi adalah sebuah proses berkelanjutan, bukan hasil instan.
Dengan latihan konsisten, Anda dapat menciptakan respons yang lebih tenang dan bijaksana terhadap setiap tantangan hidup.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





