Sumsel

Komentari Knalpot Brong, Remaja Perempuan di Palembang Diduga Dijambak dan Ditendang

Kurnia | 27 Agustus 2026, 18:15 WIB
Komentari Knalpot Brong, Remaja Perempuan di Palembang Diduga Dijambak dan Ditendang
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Maksud hati hanya mengomentari suara knalpot sepeda motor yang bising, seorang remaja perempuan berinisial RN (19) justru berujung menjadi korban dugaan penganiayaan.

RN melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polrestabes Palembang, Kamis (27/8/2026) siang.

Datang bersama ibunya, RN terlihat masih mengalami trauma. Sejumlah luka juga terlihat pada tubuhnya, termasuk lebam dan luka pada bagian tangan serta keluhan sakit di kepala.

Warga Tepi Sungai Ogan, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang, itu mengaku mengalami dugaan penganiayaan pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 23.25 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Pipa Jaya, Kelurahan 15 Ulu, Palembang.

Menurut RN, kejadian bermula saat dirinya bersama seorang teman sedang nongkrong di depan sebuah warung.

Baca Juga: Dijanjikan 2 Anak Lolos ASN Kemenkumham dan Kejaksaan, Pasutri Palembang Rugi Rp1,03 Miliar

Ketika itu, RN melihat seorang pria melintas menggunakan sepeda motor dengan knalpot brong. Pria tersebut kemudian terlihat menutupi bagian knalpot sepeda motornya.

RN lalu melontarkan komentar kepada temannya mengenai tindakan tersebut.

"Awalnya saya dan saksi sedang nongkrong di warung pak di lokasi kejadian," ungkap RN.

RN kemudian berkata, "Jingoklah (lihatlah) cowok itu nutupi knalpotnyo biar suaronyo dak tedengar besak (besar)."

Diduga mendengar ucapan tersebut, pria yang mengendarai sepeda motor itu kemudian menghampiri RN.

Pria tersebut disebut menanyakan maksud ucapan RN.

"Ngapo (kenapa) kau?" kata pria tersebut, yang kemudian dijawab RN, "Ngapo kau nak tesinggung, aku dak ngomongi kau."

Situasi kemudian memanas. Berdasarkan keterangan RN, pria tersebut sempat berbicara dengan FK yang berada di lokasi.

Setelah itu, FK diduga menghampiri RN dan hendak menjambak rambutnya.

RN mengaku berusaha menangkis tindakan tersebut. Namun, FK disebut kembali menjambak rambut RN dan menendang bagian kaki korban.

Keributan pun terjadi sebelum akhirnya warga sekitar datang dan melerai keduanya.

Akibat kejadian tersebut, RN mengaku mengalami luka lecet pada tangan kiri serta merasakan sakit di bagian kepala.

Kejadian tersebut membuat RN bersama ibunya memilih melapor ke polisi untuk mendapatkan penanganan hukum.

"Oleh itulah pak kami melapor ke sini, kami berharap keadilan," ujar ibu RN.

Ia berharap pihak yang dilaporkan dapat bertanggung jawab atas dugaan penganiayaan yang dialami anaknya.

Pamapta Piket SPKT Polrestabes Palembang Ipda Andi Ardiyansyah membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut.

"Laporan sudah diterima dan akan segera ditindaklanjuti oleh petugas Satreskrim Polrestabes Palembang, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk melakukan penyelidikan terkait laporan korban," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia