Sumsel

Warung Jual Bong Sabu Terbongkar di Kenten Laut, 22 Orang Ditangkap BNNP Sumsel

Maman Suparman | 7 November 2025, 18:13 WIB
Warung Jual Bong Sabu Terbongkar di Kenten Laut, 22 Orang Ditangkap BNNP Sumsel

AKURAT.CO SUMSEL Upaya pemberantasan narkoba di Sumatera Selatan kembali menunjukkan hasil signifikan.

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel bersama tim gabungan berhasil menggerebek kawasan rawan narkoba di Desa Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Jumat (7/11/2025) sore.

Operasi terpadu ini melibatkan kekuatan besar 150 personel gabungan dari BNNP Sumsel, Ditresnarkoba Polda Sumsel, Polres Banyuasin, Brimob Polda Sumsel, Pomad Kodam II Sriwijaya, Ditsamapta Polda Sumsel, serta dukungan dari BNNK Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir (OKI).

“Kegiatan ini kami lakukan berdasarkan laporan masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, kami menemukan delapan titik rawan di kawasan Jalan Pangeran Ayin,” ujar Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Hisar Siallagan.

Dari penggerebekan di delapan titik tersebut, 22 orang diamankan, terdiri dari 19 laki-laki dan 3 perempuan.

Baca Juga: Operasi Sikat II Musi 2025, 20 Pengguna dan Pengedar Narkoba Digulung di Banyuasin

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan 20 orang positif mengonsumsi narkoba golongan I, satu positif benzodiazepin, dan satu lainnya dinyatakan negatif namun tetap diperiksa lebih lanjut.

Selain mengamankan para pelaku, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain 511 gram sabu-sabu, alat hisap (bong), satu unit sepeda motor Honda PCX, dua ponsel, serta rekaman CCTV.

Menariknya, petugas turut menemukan sebuah warung yang menjual alat hisap dan perlengkapan lain yang diduga kerap digunakan para pengguna sabu.

“Penjualnya tidak dijerat hukum, tapi kami beri peringatan keras agar tidak lagi memfasilitasi peredaran narkoba,” tegas Brigjen Hisar.

BNNP Sumsel juga masih menelusuri kepemilikan sabu seberat setengah kilogram yang ditemukan di dalam motor Honda PCX tanpa pemilik.

“Bagi pengguna yang terbukti tidak terlibat jaringan peredaran akan diarahkan untuk menjalani rehabilitasi gratis. Tapi jika terbukti terlibat, akan diproses sesuai hukum,” imbuhnya.

Operasi terpadu ini menjadi sinyal kuat bahwa aparat di Sumsel tidak main-main dalam memerangi peredaran narkoba.

“Kami akan terus bergerak. Setelah Banyuasin, operasi serupa akan digelar di sejumlah daerah rawan narkoba lain di Sumsel,” tutup Brigjen Hisar. (Deny Wahyudi)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia