Harga Sawit Menggiurkan, Apkarindo Minta Petani Sumsel Tak Tergesa Tebang Kebun Karet

AKURAT.CO SUMSEL Meningkatnya harga dan daya tarik komoditas kelapa sawit mulai membuat sebagian petani di Sumatera Selatan mempertimbangkan untuk mengalihfungsikan kebun karetnya.
Namun, Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumsel mengingatkan agar petani tidak mengambil keputusan secara terburu-buru.
Sekretaris Jenderal Apkarindo Sumsel, Rudi Arpian, menegaskan bahwa tanaman karet masih memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan dalam jangka panjang dan tetap menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di Sumsel.
"Jangan hanya melihat harga hari ini. Lihatlah nilai kebun kita untuk puluhan tahun ke depan," kata Rudi, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, karet telah menjadi sumber penghasilan masyarakat Sumatera Selatan selama puluhan tahun. Selain memberikan pendapatan secara rutin, kebun karet juga menjadi aset keluarga yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Baca Juga: Merasa Penanganan Lamban, Korban Pencurian Truk di Muara Enim Adukan Polsek ke Propam Polda Sumsel
Rudi mengakui harga sawit yang sedang tinggi memang menjadi daya tarik tersendiri bagi petani. Meski demikian, setiap komoditas memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing.
Ia menilai tanaman karet memiliki kelebihan karena masa produktifnya yang panjang, bahkan bisa mencapai 25 hingga 30 tahun jika dikelola dengan baik.
"Karet sudah terbukti mampu memberikan pendapatan yang berkesinambungan dalam jangka panjang," ujarnya.
Menurut Rudi, tantangan terbesar yang dihadapi petani saat ini bukan memilih antara karet atau sawit, melainkan bagaimana meningkatkan produktivitas kebun dan kualitas hasil panen agar memiliki daya saing lebih tinggi.
Ia mendorong petani menjaga kualitas bahan olah karet (bokar), meningkatkan kadar karet kering (KKK), serta menerapkan teknik budidaya dan penyadapan yang sesuai standar.
Dengan kualitas yang lebih baik, harga jual karet dinilai akan lebih kompetitif dan mampu meningkatkan pendapatan petani.
Karet Masih Dibutuhkan Industri
Selain memiliki nilai ekonomi, Rudi menyebut tanaman karet juga memberikan manfaat bagi lingkungan. Sistem perakaran pohon karet membantu menjaga tata air, mengurangi risiko erosi, dan memungkinkan petani menanam tanaman sela sebagai tambahan penghasilan.
Di sisi lain, permintaan terhadap karet alam masih tetap tinggi karena digunakan sebagai bahan baku berbagai industri, mulai dari ban kendaraan, sarung tangan, komponen otomotif hingga produk manufaktur lainnya.
Karena itu, ia optimistis komoditas karet masih memiliki masa depan yang cerah apabila dikelola secara profesional.
Apkarindo juga menyambut langkah pemerintah yang terus mendorong pengembangan industri hilir karet dan memperkuat kelembagaan petani melalui Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB).
Menurut Rudi, keberadaan UPPB dapat meningkatkan posisi tawar petani sekaligus membantu menjaga mutu bokar sehingga harga jual menjadi lebih baik.
Ia mengajak petani tetap fokus meningkatkan kualitas produksi dan tidak mudah tergoda oleh fluktuasi harga komoditas lain.
Baca Juga: Herman Deru Nilai Pemisahan Anggaran MBG Jadi Langkah Tepat Jaga Dana Pendidikan
"Keputusan mengelola kebun sebaiknya didasarkan pada keberlanjutan usaha. Karet sudah berkali-kali melewati siklus naik turun harga dunia, tetapi tetap menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat Sumatera Selatan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Harga BBM Pertamina, Vivo, Shell dan BP Rabu 16 September 2026
- 2BMKG Prediksi 12 Daerah Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Cek Daftar Wilayahnya
- 3Desil 1- 4 Dapat Bansos Apa Saja September 2026? Cek Daftarnya di Sini
- 4Cek Bansos Kemensos September 2026, BPNT Rp600 000 Siap Cair
- 5Antrean BBM di Palembang Tembus 10 Jam, Herman Deru Soroti Pasokan Pertalite dan Bio Solar
- 6Ramai Isu Gempa Megathrust Ancam Indonesia, Apa Saja yang Harus Disiapkan?
- 75 Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada Peluang Baru hingga Kabar Tak Terduga
- 87 Daerah Sumsel Berstatus Awas Kekeringan, Palembang dan Prabumulih Siaga
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







