Sumsel

Realisasi Belanja Negara Sumsel Baru Capai 41 Persen dari Pagu Anggaran

Kurnia | 6 Juli 2026, 21:00 WIB
Realisasi Belanja Negara Sumsel Baru Capai 41 Persen dari Pagu Anggaran
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Realisasi belanja negara di Sumatera Selatan hingga akhir Mei 2026 tercatat sebesar Rp15,56 triliun atau 41,05 persen dari total pagu anggaran.

Meski penyerapan anggaran terus berjalan, nilainya masih mengalami kontraksi 3,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumatera Selatan, Rahmadi Murwanto, mengatakan penurunan tersebut terutama dipengaruhi berkurangnya penyaluran Transfer ke Daerah (TKD).

"Hingga 31 Mei 2026, realisasi belanja negara mencapai Rp15,56 triliun atau 41,05 persen dari pagu. Secara tahunan masih mengalami kontraksi sebesar 3,96 persen," ujarnya, Senin (6/7/2026).

Rahmadi menjelaskan, realisasi penyaluran TKD hingga akhir Mei mencapai Rp10,16 triliun atau 44,1 persen dari pagu anggaran. Nilai tersebut turun 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sehingga menjadi penyebab utama melemahnya belanja negara di Sumsel.

Baca Juga: Antrean Solar Subsidi Masih Panjang, Herman Deru: Subsidi Harus Tepat Sasaran

Di sisi lain, belanja pemerintah pusat justru menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, realisasinya mencapai Rp5,4 triliun atau 36,33 persen dari pagu dan tumbuh 31,03 persen secara tahunan.

Menurut Rahmadi, peningkatan belanja pemerintah pusat didorong oleh naiknya belanja pegawai, percepatan belanja barang, serta meningkatnya realisasi belanja modal.

Meski penyaluran TKD mengalami penurunan, pemerintah tetap mengoptimalkan penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) serta Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik maupun nonfisik untuk menjaga pelayanan publik dan mendukung operasional pemerintah daerah.

"Penyaluran DAU serta DAK fisik dan nonfisik tetap dioptimalkan agar pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan daerah dapat berjalan dengan baik," katanya.

Sementara itu, dari sisi penerimaan, pendapatan negara di Sumsel hingga akhir Mei 2026 tercatat sebesar Rp6,58 triliun atau 31,13 persen dari target tahunan. Capaian tersebut meningkat 18,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan pendapatan negara terutama ditopang oleh penerimaan perpajakan yang mencapai Rp5,13 triliun. Nilai tersebut terdiri atas penerimaan pajak sebesar Rp4,99 triliun dan penerimaan kepabeanan serta cukai sebesar Rp139,10 miliar.

Meski pendapatan negara menunjukkan pertumbuhan positif, nilainya masih lebih rendah dibandingkan realisasi belanja negara sehingga pemerintah tetap mendorong optimalisasi penerimaan dan percepatan penyerapan anggaran pada semester kedua tahun 2026.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia