Sumsel

Cerita Satu Keluarga di Musi Rawas Sumsel Memilih Bertahan di Loteng Rumah Selama Banjir Bandang

Deni Hermawan | 17 Januari 2024, 14:33 WIB
Cerita Satu Keluarga di Musi Rawas Sumsel Memilih Bertahan di Loteng Rumah Selama Banjir Bandang

AKURAT.CO SUMSEL Dampak banjir bandang setinggi satu setengah meter yang melanda Kabupaten Musi Rawas, tidak hanya terasa pada tingkat kerusakan fisik, tetapi juga merambah ke sisi perjuangan warganya, untuk bertahan menghadapi bencana. 

Di tengah upaya pengungsian mayoritas warga akibat banjir bandang, terdapat kisah menarik dan penuh keberanian dari keluarga Anwar Sahid.

Dengan ketegasan hati, Anwar Sahid bersama enam anggota keluarganya, memilih untuk tetap bertahan di rumah yang terendam banjir. 

Baca Juga: Pj Gubernur Akan Terobos 3 Daerah Banjir, BPBD Sumsel Ingatkan Daerah Lain Antisipasi Puncak Musim Hujan

Pilihan ini mengantarkan mereka memilih loteng rumah yang sejak awal telah disiapkan, sebagai tempat mengungsi saat bencana melanda.

Meskipun terdampak oleh keterbatasan ruang dan keadaan berhimpitan, keluarga Anwar Sahid menjalani kehidupan sehari-hari di loteng tersebut selama empat hari.

"Kami pasang kasur, sebelahnya itu berisi barang-barang, dan di sebelahnya lagi tempat tidur. Kami beraktifitas di loteng selama banjir," cerita Anwar Sahid dengan senyum penuh keberanian.

Tinggal di loteng rumah memang bukan pilihan yang mudah, tetapi keluarga Anwar Sahid menjalani hari-hari sulit itu dengan penuh semangat dan gotong royong.

Meskipun terbatasnya ruang, kebersamaan dan saling dukung antar anggota keluarga, menjadi kekuatan mereka untuk menghadapi cobaan ini.

Namun kisah keluarga Anwar Sahid juga mengungkapkan tantangan ekstra, meski telah berada di loteng selama empat hari, mereka mengaku belum menerima bantuan apa pun dari pemerintah setempat. 

Situasi ini menyoroti ketidakmerataan distribusi bantuan dan keluarga Anwar Sahid berharap, agar bantuan dapat diberikan kepada semua warga yang membutuhkan.

Beberapa dari warga juga diketahui ada yang memilih bertahan di rumah masing-masing daripada mengungsi ke tempat lain.

Keberanian mereka ini, menunjukkan semangat untuk bersama-sama menghadapi musibah ini. 

Sebelumnya, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas, telah menjadi sorotan sebagai salah satu lokasi yang paling parah terdampak oleh banjir bandang, lebih dari 10 ribu rumah terendam banjir. [ ]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
A