Sumsel

Sumsel Genjot Pembiakan Sapi untuk Kurangi Ketergantungan Pasokan dari Luar Daerah

Kurnia | 16 Oktober 2026, 21:00 WIB
Sumsel Genjot Pembiakan Sapi untuk Kurangi Ketergantungan Pasokan dari Luar Daerah

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memperkuat program pembiakan atau breeding sapi untuk meningkatkan populasi ternak dan mendukung target swasembada daging nasional.

Langkah ini menjadi salah satu upaya mengurangi ketergantungan peternak terhadap pasokan sapi dari luar daerah, termasuk Lampung, yang selama ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan penggemukan ternak.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel Ruzuan Efendi mengatakan, penambahan populasi ternak perlu dilakukan agar ketersediaan sapi dapat terjaga secara berkelanjutan.

“Kami terus melakukan berbagai upaya penambahan populasi ternak dengan program pembiakan atau breeding,” kata Ruzuan, Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, kebutuhan daging di Sumsel relatif dapat dipenuhi. Namun, tantangan yang perlu diatasi adalah menjaga ketersediaan populasi ternak agar pasokan daging tidak terus bergantung pada ternak dari luar provinsi.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong peningkatan jumlah sapi indukan serta pengembangan bibit ternak secara mandiri. Dengan langkah tersebut, Sumsel diharapkan mampu memperkuat basis produksi ternak lokal.

Baca Juga: Buron Hampir Tiga Bulan, Pelaku Penganiayaan Sopir Angkot di Palembang Ditangkap Saat Naik Angkot

Ruzuan menjelaskan, penambahan populasi sapi dapat dilakukan melalui beberapa metode pembiakan, mulai dari perkawinan alami, inseminasi buatan hingga teknologi transfer embrio.

Penggunaan bibit unggul juga menjadi bagian penting dalam program tersebut. Selain meningkatkan populasi, pembiakan yang terencana diharapkan dapat memperkuat kualitas ternak yang dikembangkan peternak.

Program breeding ini diproyeksikan menjadi salah satu penopang pencapaian swasembada daging dalam beberapa tahun ke depan.

Sumsel juga memiliki sejumlah wilayah yang dinilai potensial untuk pengembangan peternakan, yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Banyuasin, Muara Enim, dan Kota Lubuklinggau.

Pengembangan sentra peternakan di wilayah tersebut diharapkan dapat memperluas produksi sapi lokal sekaligus meningkatkan kemampuan daerah dalam memenuhi kebutuhan daging.

Jika populasi ternak terus bertambah dan pembibitan berjalan optimal, Sumsel tidak hanya berpeluang memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakatnya sendiri, tetapi juga dapat memasok ternak untuk daerah lain.

Melalui penguatan pembiakan, pemerintah daerah berupaya membangun peternakan yang lebih mandiri sehingga ketersediaan sapi dan pasokan daging dapat terjaga dalam jangka panjang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia