Sumsel

Sinopsis NAZA, Film Dokumenter Bongkar Sistem Pembunuhan Massal di Gaza

Septiyanti Dwi Cahyani | 17 Oktober 2026, 08:29 WIB
Sinopsis NAZA, Film Dokumenter Bongkar Sistem Pembunuhan Massal di Gaza
Film dokumenter Naza - LA Times.

AKURAT.CO SUMSEL - Bulan ini, bioskop Indonesia spesial menghadirkan film dokumenter investigasi militer bertajuk NAZA.

Film ini mengungkap kesaksian 24 orang dari kalangan militer dan intelijen Israel mengenai sistem rahasia yang digunakan dalam pembunuhan massal terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

Film dokumenter investigasi bertajuk NAZA karya sutradara Yuval Abraham dan Rachel Szor dipastikan tayang di layar lebar Indonesia mulai 16 Oktober 2026.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Bioskop CGV XXI Palembang Sabtu 17 Oktober 2026

Penayangan film ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Cinépolis Cinemas Indonesia dan KlikFilm melalui program bioskop kurasi khusus Cinépolis Sala de Arte x KlikFilm Showcase, serta rangkaian acara Malang World Cinema (MWC) 2026.

Sebelum hadir di Indonesia, NAZA telah mencuri perhatian perfilman internasional usai diganjar penghargaan bergengsi Special Jury Prize pada ajang Festival Film Venesia (Venice Film Festival) 2026.

Sutradara di balik film ini juga bukan nama asing di industri perfilman.

Baca Juga: Viral Link Pendaftaran BSU 2026 Beredar di Medsos, Hoaks atau Fakta?

Yuval Abraham dan Rachel Szor sebelumnya sukses mengantongi piala Oscar lewat film dokumenter mereka, No Other Land.

Sinopsis Film NAZA

Judul NAZA berasal dari akronim militer Israel yang digunakan secara terselubung untuk merujuk pada warga sipil yang diperkirakan akan tewas dalam sebuah serangan.

Baca Juga: Sumsel Genjot Pembiakan Sapi untuk Kurangi Ketergantungan Pasokan dari Luar Daerah

Film tersebut diproduksi bersama The Guardian dan menampilkan kesaksian sejumlah perwira intelijen serta tentara Israel yang terlibat dalam operasi pengawasan dan pembunuhan jarak jauh terhadap warga Palestina.

Dalam film itu, para narasumber membeberkan sejumlah metode yang digunakan militer Israel selama perang di Gaza.

Salah satunya adalah sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) yang digunakan untuk mengidentifikasi dalam jumlah besar target yang diduga merupakan anggota Hamas berpangkat rendah.

Baca Juga: Sumsel Genjot Pembiakan Sapi untuk Kurangi Ketergantungan Pasokan dari Luar Daerah

Target-target tersebut kemudian dapat diserang ketika berada di rumah mereka pada malam hari.

Para narasumber mengatakan militer mengetahui bahwa serangan tersebut berpotensi menewaskan anggota keluarga target yang berada di dalam rumah.

Salah satu narasumber disebut pernah bekerja di unit intelijen rahasia yang melapor langsung ke kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Baca Juga: Jokowi Sebut Polemik Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Diduga Jadi Operasi Politik

Narasumber tersebut bahkan mengatakan bahwa salah satu misi unitnya adalah "menggagalkan perdamaian".

Melalui sudut pandang sebagai warga Israel, Abraham dan Szor mengajak penonton merefleksikan pertanyaan moral: bagaimana sebuah sistem militer dan masyarakat menormalisasi dehumanisasi terhadap pihak lain, serta bagaimana jarak tanggung jawab individu memicu tragedi kemanusiaan yang masif. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.