Mengenal Pasar Kuto, Surga Durian di Pusat Kota Palembang

AKURAT.CO SUMSEL Kota Palembang, selain dikenal dengan pesona sejarah dan religinya, juga menyajikan kekayaan kuliner yang tak boleh dilewatkan.
Salah satu destinasi kuliner yang memikat hati para pecinta durian adalah Pasar Kuto Palembang. Tidak sekadar menjadi tempat jual-beli, pasar ini menjadikan durian sebagai bintang utamanya.
Pasar Kuto bisa dianggap sebagai surga durian di tengah Kota Palembang. Menawarkan ragam durian dari yang kecil hingga besar, dari yang manis hingga legit, semuanya dipetik dari kebun-kebun durian di berbagai pelosok Sumsel.
Pembeli tak hanya dapat memilih durian sesuai selera, tetapi juga merasakan kemeriahan dan kelezatan buah ikonik ini dengan harga yang bersaing, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah.
Selain itu yang menjadikan Pasar Kuto benar-benar istimewa adalah kebijakan ramah konsumen.
Pembeli yang tak puas dengan durian yang dibelinya, dapat dengan mudah menukarnya dengan durian lain yang lebih cocok dengan selera mereka.
Disini juga, tidak ada durian yang terbuang sia-sia, karena seringkali durian yang tak terpilih diolah kembali menjadi tempoyak, sebuah kuliner lezat hasil fermentasi daging durian yang menggoyang lidah.
Dalam petualangan kuliner ini, kami berjumpa dengan Sugeng, seorang pembeli durian berpengalaman.
Menyambut musim durian yang telah tiba, Sugeng, seperti sebagian besar warga lainnya turut meramaikan perburuan durian di Pasar Kuto Palembang.
Ditemui untuk berbincang-bincang, Sugeng berbaik hati membagikan sejumlah tips dan kiat memilih durian yang berkualitas.
Menurutnya, kulit durian yang sehat, aroma yang menggoda saat dicium dan suara yang didengar ketika durian diketuk atau digoncang, menjadi panduan dasar dalam memilih durian.
Menariknya, Sugeng mewarisi teknik atau cara ini dari orang tuanya. Ia mengungkapkan bahwa dulu, hanya dengan melihat kulit durian, orang tuanya sudah tahu apakah durian tersebut matang atau masih mentah.
"Itu cara memilih durian yang sangat dasar, kalau orang tua saya dulu hanya melihat dari kulit durian saja sudah tahu durian itu mentah atau matang," ujarnya, Minggu (21/1/2024).
Data Badan Pusat Statistik pada tahun 2022 mencatat hasil durian Sumsel mencapai 39.624 ton, menjadikan Sumatera Selatan sebagai provinsi penghasil durian terbesar ke-10 di Indonesia dan terus mempertahankan eksistensinya di peta kekayaan kuliner Tanah Air.
Saat ini, dari bulan Januari hingga Maret 2024, masa panen durian di Sumsel kembali menyapa, mengundang para pecinta durian untuk ikut berburu kelezatan buah ikonik ini.(Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








