Sumsel

Gubernur Sumsel Sentil Willie Salim: Ini Bukan Salah Masyarakat, Tapi Sengaja Dibuat

Maman Suparman | 22 Maret 2025, 16:30 WIB
Gubernur Sumsel Sentil Willie Salim: Ini Bukan Salah Masyarakat, Tapi Sengaja Dibuat

AKURAT.CO SUMSEL Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, angkat bicara terkait viralnya konten bagi-bagi rendang 200 kilogram oleh kreator konten Willie Salim yang berakhir ricuh.

Deru menilai bahwa insiden tersebut sengaja dibuat untuk menciptakan perdebatan di media sosial, sehingga ia menolak anggapan yang menyalahkan warga Palembang atas kejadian itu.

"Wong kito yang salah? Tidak. Itu (konten) memang dia sengaja," tegas Herman Deru saat menghadiri acara di Masjid Agung Palembang, Sabtu (22/3/2025).

Baca Juga: Wali Kota Palembang Minta Willie Salim Klarifikasi Soal Video Hilangnya Daging 200 Klilogram di BKB

Menurutnya, perdebatan di media sosial dapat berdampak negatif jika tidak segera diluruskan. Ia khawatir citra masyarakat Palembang menjadi buruk akibat narasi yang berkembang.

"Kalau dilihat oleh anak-anak yang belum cukup umur, mereka bisa menganggap konten itu sebagai kebenaran. Padahal, ini hanya upaya mencari keuntungan," ujarnya.

Ia menyesalkan dampak yang ditimbulkan dari viralnya video tersebut, di mana masyarakat Palembang justru mendapat stigma negatif.

"Kita dipermalukan. Kalau aku tidak memahami kejadian ini, mungkin aku juga bisa ikut menyalahkan saudara-saudara kita yang mengambil (rendang). Padahal, itu memang dipancing," tambahnya.

Baca Juga: Willie Salim Klarifikasi Soal Rendang Hilang: Saya Tidak Rekayasa Apa Pun

Sebelumnya, video yang diunggah Willie Salim memperlihatkan bagaimana rendang yang disiapkan untuk berbuka puasa bersama warga Palembang habis dalam sekejap, memicu berbagai komentar di media sosial.

Willie sendiri telah mengklarifikasi bahwa kejadian tersebut murni akibat kurangnya persiapan, bukan kesalahan warga Palembang.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia