Viral! Pegawai SPBU Minta Biaya Admin Rp5 Ribu, Ini Klarifikasi Pertamina

AKURAT.CO SUMSEL Sebuah video viral yang menunjukkan seorang pria memprotes pungutan biaya admin sebesar Rp5.000 saat mengisi bensin di sebuah SPBU di Sanglah, Denpasar, Bali, telah menjadi sorotan publik.
Video yang diunggah di media sosial oleh akun X @heraloebss pada Selasa (13/8) tersebut menampilkan pria tersebut dengan tegas menolak membayar biaya tambahan yang tidak tertera dalam peraturan resmi.
Dalam video tersebut, pria itu mempertanyakan dasar pungutan biaya admin yang diminta oleh petugas SPBU.
"Peraturan tidak ada di koran. Jika ada peraturan tertulis, beritahu saya. Jika saya menemukannya, saya akan membayar Rp5.000," ucapnya dengan nada tinggi.
Baca Juga: Beraksi di Siang Bolong, Ibu di Palembang Jadi Korban Penjambretan
Pria itu juga menegaskan bahwa ia membeli Pertamax, bukan Pertalite, dan tetap tidak dapat menerima alasan untuk biaya tambahan.
Netizen dengan cepat bereaksi terhadap video ini, menganggap kejadian tersebut sebagai bentuk pungutan liar (pungli). Beragam komentar muncul, dengan banyak yang mengungkapkan kekecewaan dan kekhawatiran atas praktik tersebut.
Salah satu pengguna X, @generasiosi, menyebutnya sebagai "kejadian pungli" yang tak bisa ditoleransi.
Sementara pengguna lainnya, @eMbah, menuduh tindakan tersebut sebagai "biaya modus" yang tidak seharusnya terjadi.
Situasi ini semakin memanas setelah beberapa warga lokal turut memberikan kesaksian bahwa SPBU di Sanglah tersebut memang kerap kali bermasalah.
Seorang pengguna X, @bang***, mengungkapkan bahwa ia pernah mengalami kejadian serupa di SPBU yang sama dan akhirnya memilih untuk menghindari mengisi bahan bakar di sana, meskipun lokasinya dekat dengan tempat tinggalnya.
Merespons viralnya video dan laporan-laporan dari warga, Pertamina langsung mengambil tindakan tegas. Happy Wulansari, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, mengumumkan bahwa pihaknya segera melakukan investigasi di SPBU yang bersangkutan.
Berdasarkan hasil investigasi, Pertamina memutuskan untuk memberhentikan secara tidak hormat operator SPBU yang terlibat dalam praktik pungli tersebut.
"Pertamina Patra Niaga langsung melakukan pengecekan ke SPBU tersebut, dan kepada operator yang melakukan indikasi pungli, sudah dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada kesempatan pertama," tegas Happy Wulansari dalam pernyataan resmi. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1BMKG Prediksi Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Palembang Berpotensi Sore dan Malam
- 2Siap-siap, Kemensos dan PT Pos Siapkan Skema Baru Penyaluran Bansos
- 3Avengers Endgame: Encore Resmi Tayang di Bioskop, Simak Perbedaannya dengan Versi 2019
- 4BMKG Prediksi 15 Daerah di Sumsel Masih Dilanda Hujan Besok Rabu 23 September 2026
- 5HP Realme 16 Pro Edisi Harry Potter Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
- 6Ramalan Zodiak Cancer Hari Ini 23 September 2026: Jangan Terburu-buru Ambil Keputusan
- 7Cek Harga Emas Perhiasan di Palembang Selasa 22 September 2026, Naik atau Turun?
- 8Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Segera Berakhir, Cek Status Pencairanmu Segera
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









