Mahasiswa Unsri Diduga Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Pacar Teman

AKURAT.CO SUMSEL Seorang mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) berinisial RMA (22) diduga melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap seorang wanita yang merupakan pacar dari temannya sendiri.
Kasus ini terungkap setelah unggahan di akun media sosial @unsri_cabul viral pada Kamis (16/10/2025).
Dalam unggahan tersebut disebutkan, RMA yang diketahui mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsri, diduga melakukan aksinya di salah satu rumah kos di wilayah Ogan Ilir.
Pelaku dikabarkan menggunakan modus mengantar galon air minum untuk bisa masuk ke kamar korban.
Menurut narasi dalam unggahan itu, terduga pelaku sebelumnya memaksa ingin datang ke kosan korban beberapa kali, namun selalu ditolak.
Hingga akhirnya, pada Sabtu (11/10/2025), korban meminta pacarnya yang sedang bekerja untuk memesan galon melalui RMA, karena percaya pada pelaku yang merupakan teman dekat pacarnya.
Setibanya di kosan korban, RMA disebut tiba-tiba masuk ke dalam rumah tanpa izin dan menaruh galon di ruang tamu.
Korban sempat meminta pelaku pergi, namun RMA justru melakukan tindakan tidak pantas dengan mencium beberapa bagian tubuh korban dan mencoba melakukan kekerasan seksual.
Baca Juga: Unsri Bantah Perpeloncoan Terencana dalam Ospek, Sebut Aksi Mahasiswa Spontan
Korban berusaha melawan dan mengusir pelaku dari kamar kosnya. Setelah kejadian tersebut, korban disebut mengalami trauma berat dan merasa terancam karena tempat tinggalnya berdekatan dengan pelaku.
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Ogan Ilir, Aipda Fitra Hadi, saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah mengetahui informasi terkait dugaan kasus tersebut.
“Korban sampai saat ini belum membuat laporan resmi. Namun kami sudah menelusuri kebenarannya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial,” kata Fitra, Kamis (16/10/2025).
Ia mengimbau agar korban atau pihak keluarga segera melapor ke polisi agar kasus ini dapat ditangani secara hukum.
“Kami mengimbau siapapun yang menjadi korban pelecehan atau kekerasan seksual agar segera melapor supaya bisa ditindaklanjuti,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Rektorat Universitas Sriwijaya hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan keterlibatan mahasiswa Unsri dalam kasus tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









