Sumsel

Unsri Bantah Perpeloncoan Terencana dalam Ospek, Sebut Aksi Mahasiswa Spontan

Maman Suparman | 23 September 2025, 17:30 WIB
Unsri Bantah Perpeloncoan Terencana dalam Ospek, Sebut Aksi Mahasiswa Spontan

AKURAT.CO SUMSEL Universitas Sriwijaya (Unsri) membantah adanya praktik perpeloncoan yang terstruktur dalam kegiatan penerimaan mahasiswa baru di Fakultas Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian.

Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Universitas, Aidil Fitri, dalam pertemuan di Kampus Indralaya.

Menurut Aidil, aksi kakak tingkat yang memaksa mahasiswa baru berciuman tidak pernah direncanakan sebagai bagian dari kegiatan resmi. Ia menyebut, perbuatan tersebut murni spontanitas dari mahasiswa senior.

Baca Juga: BEM Unsri Buka Hotline Pengaduan, Kawal Kasus Perpeloncoan Maba Teknologi Pertanian

“Perpeloncoan itu tidak benar. Tindakan yang dilakukan kakak tingkat merupakan perbuatan spontan, bukan instruksi panitia,” ujar Aidil, Selasa (23/9/2025).

Meski begitu, pihak universitas tetap menilai peristiwa tersebut sebagai persoalan serius. Unsri kini tengah menyelidiki maksud dan tujuan dari aksi mahasiswa yang dinilai melanggar norma tersebut.

“Spontanitas yang dianggap wajar oleh mahasiswa itu ternyata menimbulkan masalah besar,” imbuhnya.

Baca Juga: Unsri Investigasi Dugaan Perpeloncoan Disertai Pelecehan di Fakultas Teknologi Pertanian

Aidil mengungkapkan, sejauh ini sudah ada 15 mahasiswa yang diperiksa. Mereka berasal dari Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (HIMATETA), ketua angkatan 2023, serta panitia pelaksana kegiatan.

Untuk menindaklanjuti kasus ini, Unsri juga akan berkoordinasi dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT).

“Keputusan akhir akan ditetapkan langsung oleh Rektor dengan mempertimbangkan hasil pemeriksaan dan rekomendasi Satgas,” jelasnya.

Unsri memastikan, jika dalam pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran berat, sanksi akademik tidak menutup kemungkinan akan dijatuhkan.

“Sanksi diperlukan agar ada unsur pembinaan dan pembelajaran, sehingga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” tegas Aidil.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia