Sumsel

Tingkat Kematian Tinggi, Dinkes Palembang Tekankan Pentingnya Vaksinasi Anti Rabies Hewan Peliharaan

Atiek Widyastuti | 26 Agustus 2024, 21:00 WIB
Tingkat Kematian Tinggi, Dinkes Palembang Tekankan Pentingnya Vaksinasi Anti Rabies Hewan Peliharaan

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Kesehatan Kota Palembang mengingatkan masyarakat tentang bahaya gigitan hewan penular rabies seperti anjing dan kucing, yang dapat berujung pada kematian jika tidak segera ditangani.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, menekankan pentingnya kesadaran para pemilik hewan untuk memberikan vaksin rabies kepada peliharaan mereka.

"Pemilik anjing dan kucing wajib memvaksin hewan peliharaannya untuk mencegah rabies. Selain itu, jika seseorang digigit oleh anjing atau kucing, baik peliharaan maupun liar, penting untuk segera mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR)," jelas Yudhi, Senin (26/8/2024).

Yudhi menambahkan bahwa Vaksin Anti Rabies (VAR) tersedia di lima puskesmas dan satu rumah sakit di Kota Palembang, yaitu Puskesmas Merdeka, Gandus, Sematang Borang, Plaju, Sako, serta RSUD Siti Fatimah.

"Suntikan vaksin diberikan dalam beberapa tahap, dengan empat vial disuntikkan dalam waktu tertentu," jelasnya.

Menurut Yudhi, distribusi vaksin rabies hanya dilakukan di fasilitas kesehatan tertentu untuk memastikan kesegaran vaksin, yang memiliki masa kadaluarsa 1-2 tahun.

"Masyarakat tidak perlu khawatir tentang biaya vaksin karena pemerintah membayarnya," tambahnya.

Baca Juga: Dua Sejoli di Palembang Ditangkap Polisi Usai Bobol ATM, Ternyata Sudah Beraksi di Tujuh Lokasi

Dinkes Palembang mencatat bahwa setiap bulan, terdapat sekitar 80-100 orang yang mendapatkan vaksin rabies setelah digigit hewan penular rabies (GHPR). Meski demikian, sejak tahun 2016, tidak ada kasus rabies yang positif di Kota Palembang.

"Rabies memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi, hampir 100%, jika tidak ditangani dengan segera. Gejalanya pada manusia bisa serupa dengan hewan yang terinfeksi, seperti takut air, lidah menjulur, mengeluarkan air liur berlebihan, dan disorientasi," kata Yudhi.

Sementara, Sub Koordinator Informasi Veteriner Balai Veteriner Lampung Wilayah Sumbagsel, Tri Guntoro juga menekankan pentingnya vaksinasi bagi hewan peliharaan.

Berdasarkan data, dari 1.527 anjing di Kota Palembang, baru 68 persen yang telah divaksin, sementara dari 9.282 kucing, hanya 42 persen yang sudah menerima vaksin.

"Perlu ada gerakan dari pemerintah untuk lebih intensif dalam edukasi dan sweeping terhadap hewan-hewan liar untuk mencegah penyebaran rabies," ujarnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
H
Editor
Hermanto