Dewi Sastrani Dukung Pengolahan Eceng Gondok untuk Pertanian Pekarangan di Palembang

AKURAT.CO SUMSEL Eceng gondok yang banyak tumbuh di perairan Kota Palembang berpotensi dimanfaatkan menjadi kompos untuk mendukung pertanian pekarangan.
Pengolahan tanaman tersebut diharapkan dapat memberikan nilai guna bagi lingkungan sekaligus membantu keluarga mengembangkan sumber pangan secara mandiri.
Dewi Sastrani Ratu Dewa mendukung upaya pemanfaatan eceng gondok melalui pengomposan. Menurutnya, potensi sumber daya lokal perlu dikelola secara tepat agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Eceng Gondok melalui Pengomposan untuk Mendukung Pertanian Pekarangan dan Ketahanan Pangan Kota Palembang yang difasilitasi Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Palembang.
Melalui kegiatan ini, masyarakat didorong untuk memahami cara mengolah bahan organik menjadi kompos yang dapat digunakan dalam kegiatan pertanian di lingkungan rumah.
Baca Juga: Sekda Palembang Minta BUMD Lebih Profesional, Perumda Tirta Musi Setor Dividen Rp53,4 Miliar
Eceng gondok kerap ditemukan di perairan Palembang. Jika tidak dikelola dengan baik, keberadaannya dapat menimbulkan persoalan lingkungan.
Namun, tanaman tersebut juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan organik melalui proses pengomposan yang tepat.
Pemanfaatan ini membuka peluang bagi masyarakat untuk mengolah sumber daya yang tersedia di sekitar mereka menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
Kompos yang dihasilkan dapat mendukung kegiatan bercocok tanam di pekarangan rumah. Dengan demikian, masyarakat berpeluang mengembangkan tanaman pangan dalam skala rumah tangga.
Dewi menilai, pemanfaatan eceng gondok membutuhkan pengetahuan teknis yang memadai. Karena itu, masyarakat diharapkan mengikuti arahan narasumber agar proses pengomposan sesuai dengan metode dan kondisi setempat.
Selain pengelolaan lingkungan, pemanfaatan eceng gondok juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.
Pertanian pekarangan dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah untuk menanam berbagai kebutuhan pangan.
Melalui penggunaan kompos dari bahan organik, masyarakat diharapkan semakin terdorong mengembangkan kegiatan bercocok tanam secara berkelanjutan.
Dewi juga menekankan pentingnya tindak lanjut setelah sosialisasi. Masyarakat tidak hanya diharapkan memahami materi, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pertukaran pengalaman, identifikasi kendala, serta pendampingan bagi kelompok masyarakat menjadi bagian penting agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Revitalisasi Rusun Ilir Barat Palembang Mulai Dimatangkan, Pemkot Tunggu Hasil Kajian
Pengembangan pemanfaatan eceng gondok membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari TP PKK, kelompok masyarakat, perangkat daerah teknis, hingga mitra terkait.
TP PKK dan kelompok masyarakat dapat berperan mengajak keluarga untuk memanfaatkan pekarangan. Sementara itu, perangkat daerah dan pihak terkait diharapkan memberikan dukungan teknis sesuai tugas dan kewenangannya.
Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Palembang turut berperan memfasilitasi dan mengoordinasikan peluang kerja sama agar program dapat ditindaklanjuti secara terarah.
Melalui kolaborasi tersebut, pemanfaatan eceng gondok diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berkembang menjadi praktik yang memberikan manfaat nyata.
Upaya ini sekaligus menjadi peluang bagi masyarakat Palembang untuk mengelola bahan organik, menjaga lingkungan, dan mengembangkan pertanian pekarangan guna mendukung ketahanan pangan keluarga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1BMKG Ungkap Penyebab Hujan di Palembang Hari Ini
- 2Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 3Harga Emas Perhiasan Palembang Bergerak Naik Hari Ini, Tertinggi Rp13,9 Juta per Suku
- 45 Zodiak dengan Ramalan Menarik Akhir Pekan Ini, Cek Peruntunganmu
- 5Cara Cek Bansos BPNT Rp600.000 Oktober 2026 Lewat HP, Cukup Pakai NIK KTP
- 65 Ramalan Zodiak Jumat 23 Oktober 2026, dari Percintaan hingga Keuangan
- 75 Ramalan Zodiak Senin 26 Oktober 2026, Cek Peruntungan Cinta hingga Karier
- 8Harga Emas Dunia Anjlok 2,1 Persen, Perhiasan Palembang Ikut Turun hingga Rp150 Ribu per Suku
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








