Sumsel

Sepanjang Oktober, Sumsel Catat 39 Ribu Hotspot, OKI Paling Banyak

Kurnia | 22 Oktober 2026, 22:00 WIB
Sepanjang Oktober, Sumsel Catat 39 Ribu Hotspot, OKI Paling Banyak
Karhutla. - Foto: Idxchannel.com

AKURAT.CO SUMSEL Sebaran titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan melonjak menjadi 1.833 titik pada Kamis (22/10/2026).

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah paling terdampak berdasarkan pemantauan satelit, dengan jumlah mencapai 1.007 titik atau lebih dari separuh total hotspot di Sumsel.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Sipongi), jumlah hotspot tersebut meningkat dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 1.277 titik.

Dari total 1.833 titik panas yang terdeteksi, sebanyak 1.038 titik berada di lahan gambut dan 794 titik di lahan mineral.

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan, tingginya sebaran hotspot di OKI menjadi perhatian karena wilayah tersebut mencatat jumlah titik panas terbanyak dibandingkan kabupaten lainnya.

"Hotspot di Sumsel terdeteksi sebanyak 1.833 titik, terdiri dari gambut 1.038 titik dan mineral 794 titik. Angkanya kembali naik dibandingkan data hari sebelumnya sebanyak 1.277 titik," ujar Sudirman, Kamis (22/10/2026).

Di OKI, sebanyak 611 titik terpantau berada di lahan gambut, sedangkan 396 titik lainnya berada di lahan mineral.

Baca Juga: Anak Disebut Punya Utang saat Live TikTok, Ibu di Palembang Lapor Polisi

Setelah OKI, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mencatat 255 titik panas, terdiri dari 121 titik di lahan gambut dan 134 titik di lahan mineral. Berikutnya, Banyuasin memiliki 238 titik, dengan rincian 70 titik di gambut dan 168 titik di mineral.

Sementara itu, OKU Timur tercatat memiliki 80 titik panas, dengan 73 titik di gambut dan 3 titik di mineral. Adapun Muara Enim mencatat 50 titik, masing-masing 25 titik di lahan gambut dan 25 titik di lahan mineral.

Sudirman mengingatkan bahwa keberadaan hotspot berdasarkan pemantauan satelit tidak serta-merta menunjukkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Temuan tersebut masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas di lapangan.

"Titik panas yang terdeteksi melalui pemantauan satelit tidak selalu berarti kebakaran telah terjadi, diperlukan verifikasi lebih lanjut di lapangan," katanya.

Puluhan Ribu Hotspot Terdeteksi Sepanjang Oktober

Lonjakan hotspot pada penghujung Oktober menambah panjang daftar titik panas yang terpantau di Sumsel sepanjang bulan ini.

Berdasarkan data periode 1–21 Oktober 2026, jumlah hotspot di Sumsel mencapai 39.018 titik. OKI kembali mendominasi dengan 23.484 titik, disusul Muba sebanyak 6.028 titik dan Banyuasin sebanyak 4.702 titik. Sementara itu, Muara Enim mencatat 1.662 titik.

Jika dihitung sejak Januari hingga 21 Oktober 2026, total hotspot yang terdeteksi di Sumsel telah mencapai 88.125 titik.

OKI masih menjadi daerah dengan jumlah tertinggi, yakni 40.430 titik. Berikutnya, Muba mencatat 13.952 titik dan Banyuasin sebanyak 12.090 titik.

Tingginya jumlah hotspot tersebut menunjukkan perlunya kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama di wilayah dengan konsentrasi titik panas yang besar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia