Sumsel

Herman Deru Kumpulkan Forkopimda Saat Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang

Kurnia | 22 Oktober 2026, 18:26 WIB
Herman Deru Kumpulkan Forkopimda Saat Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang
Kabut asap palembang yang semakin menganggu aktifitas masyarakat.

AKURAT.CO SUMSEL Kabut asap kembali menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), pada Kamis (22/10/2026), setelah kondisi udara sempat membaik selama tiga hari.

Pemerintah Provinsi Sumsel pun meningkatkan koordinasi penanganan karhutla dan menyiapkan operasi penyemaian dry ice untuk membantu mengatasi kondisi tersebut.

Gubernur Sumsel Herman Deru meninjau kesiapan operasi di Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang. Setelah itu, ia menggelar rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di ruang VIP Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Rapat tersebut membahas langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diduga menjadi sumber asap yang kembali menyelimuti kota. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis, serta Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana.

Herman Deru mengatakan, peningkatan kabut asap pada Kamis pagi cukup signifikan setelah jarak pandang sempat membaik dalam beberapa hari sebelumnya.

“Pagi ini agak khusus. Saya bersama Pak Danlanud hadir di pangkalan udara ini untuk menyikapi kabut asap yang pagi ini meningkat sangat signifikan,” ujar Deru.

Baca Juga: Anak Perempuan 9 Tahun Diduga Jadi Korban Tindakan Asusila di Palembang, Ibu Lapor Polisi

Meski persiapan penanganan telah dilakukan, operasi penyemaian dry ice belum dapat langsung dilaksanakan karena jarak pandang yang rendah. Pelaksanaan penerbangan harus mempertimbangkan kondisi cuaca serta aspek keselamatan.

Deru mengatakan, berdasarkan komunikasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kabut yang terjadi kali ini bukan hanya berasal dari partikel asap. Tingginya kelembapan juga menyebabkan uap air bercampur dengan asap sehingga kondisi udara terlihat semakin pekat.

“Kalau kemarin asap murni. Saya tadi langsung mempertanyakan kepada BMKG kenapa kabutnya begitu pekat. Ternyata ada kandungan airnya,” katanya.

Perpaduan asap dan uap air tersebut turut memperburuk jarak pandang. Kondisi ini menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat dan aktivitas penerbangan di Bandara SMB II Palembang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia