Sumsel

Ekspor Sumsel 2026 Tembus US$3,98 Miliar, Nonmigas Sumbang 89,65 Persen

Kurnia | 1 Oktober 2026, 22:00 WIB
Ekspor Sumsel 2026 Tembus US$3,98 Miliar, Nonmigas Sumbang 89,65 Persen
Sumur Migas Tingkilan–001 di Tanjung Selor, Kalimantan Utara

AKURAT.CO SUMSEL Kinerja ekspor Sumatera Selatan sepanjang Januari-Agustus 2026 masih mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai ekspor Sumsel pada Januari-Agustus 2026 tercatat sebesar US$3,98 miliar, turun US$267,34 juta atau 6,29 persen dibandingkan Januari-Agustus 2025 yang mencapai US$4,25 miliar.

Penurunan tersebut terutama dipengaruhi melemahnya ekspor komoditas nonmigas. Nilai ekspor nonmigas tercatat turun 11,59 persen.

Sejumlah komoditas utama yang mengalami penurunan ekspor antara lain batubara dan lignit, karet dan barang dari karet, serta lemak dan minyak hewan atau nabati.

Meski secara kumulatif masih turun, kinerja ekspor Sumsel menunjukkan perbaikan jika melihat perkembangan pada Agustus 2026.

Pada Agustus 2026, nilai ekspor Sumsel mencapai US$636,62 juta, naik US$86,27 juta atau 15,67 persen dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat US$550,36 juta.

Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh ekspor migas yang melonjak US$76,28 juta atau 243,20 persen. Sementara ekspor nonmigas juga tumbuh sebesar US$9,99 juta atau 1,92 persen.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Palembang Naik Tipis di Awal Bulan, Cek Rinciannya di Sini

Meskipun mengalami penurunan secara kumulatif, sektor nonmigas masih menjadi penopang utama ekspor Sumsel.

Sepanjang Januari-Agustus 2026, ekspor nonmigas menyumbang sekitar 89,65 persen dari total ekspor Sumsel.

Data tersebut menunjukkan struktur ekspor Sumsel masih sangat bergantung pada komoditas nonmigas. Karena itu, perubahan kinerja komoditas utama seperti batubara, lignit, karet, serta lemak dan minyak hewan atau nabati turut memengaruhi nilai ekspor secara keseluruhan.

Di sisi lain, peningkatan ekspor pada Agustus 2026 memberikan gambaran adanya perbaikan dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, terutama karena lonjakan ekspor migas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia