Sumsel

Harga Karet Sumsel Kembali Tembus Rp45 Ribu per Kg, Pasar Masih Fluktuatif

Kurnia | 1 Oktober 2026, 20:00 WIB
Harga Karet Sumsel Kembali Tembus Rp45 Ribu per Kg, Pasar Masih Fluktuatif
Petani karet - Tropenbos Indonesia

AKURAT.CO SUMSEL Harga karet dengan acuan Kadar Karet Kering (KKK) di pasar internasional SGX-Sicom kembali menguat pada Kamis (1/10/2026).

Setelah sempat turun dan berada di kisaran Rp44 ribuan per kilogram, harga karet kini kembali menyentuh level Rp45 ribuan per kilogram.

Sekjen Apkarindo Sumsel, Rudi Arpian, mengatakan penguatan tersebut sejalan dengan kenaikan harga karet global. Harga jual karet global naik dari 250 sen AS per kilogram menjadi 254,8 sen AS per kilogram.

“Kenaikan terjadi setelah fluktuasi harga beberapa hari ini dari semula Rp45 ribu bergerak turun jadi Rp44 ribu dan kini kembali lagi ke Rp45 ribu-an per kg,” kata Rudi.

Menurut Rudi, pergerakan harga tersebut menunjukkan pasar karet masih mengalami fluktuasi. Karena itu, kenaikan dalam satu kali perdagangan belum dapat menjadi tanda bahwa harga akan terus menguat.

Harga karet masih dapat kembali turun maupun mengalami penguatan, tergantung berbagai faktor yang memengaruhi pasar global.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Palembang Naik Tipis di Awal Bulan, Cek Rinciannya di Sini

Meski harga acuan kembali berada di kisaran Rp45 ribuan per kilogram, Rudi mengingatkan petani untuk tetap memperhatikan kualitas bahan olah karet rakyat (bokar).

Menurutnya, kualitas bokar menjadi salah satu faktor penting yang menentukan harga yang diterima petani.

“Kualitas karet harus tetap dijaga sebab semakin naik kualitas karet yang dihasilkan, maka akan semakin bagus pula harga jual yang didapat petani. Begitu juga sebaliknya, jika kualitas karetnya buruk, maka harga jual yang diterima petani juga akan merosot,” ujarnya.

Adapun harga indikatif karet berdasarkan KKK dengan harga acuan di pabrik pada Kamis (1/10/2026) yakni:

  • KKK 100 persen: Rp45.324 per kg

  • KKK 70 persen: Rp31.727 per kg

  • KKK 60 persen: Rp27.194 per kg

  • KKK 50 persen: Rp22.662 per kg

  • KKK 40 persen: Rp18.130 per kg

  • KKK 30 persen: Rp13.597 per kg

Harga tersebut merupakan harga indikatif berdasarkan acuan pabrik dan belum dipotong biaya produksi.

Dengan kondisi pasar yang masih bergerak naik-turun, petani karet diimbau tidak hanya memperhatikan perubahan harga, tetapi juga mempertahankan kualitas bokar agar memperoleh harga jual yang lebih baik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia