Sumsel

Pencarian Berakhir, Rapi Ditemukan Meninggal 4 Km dari Lokasi Tenggelam

Deny Wahyudi | 23 September 2026, 15:56 WIB
Pencarian Berakhir, Rapi Ditemukan Meninggal 4 Km dari Lokasi Tenggelam
Pencarian Berakhir, Rapi Ditemukan Meninggal 4 Km dari Lokasi Tenggelam

AKURAT.CO SUMSEL Pencarian terhadap Rapi Pratama Bin Mustawa (9), bocah yang dilaporkan tenggelam di Sungai Komering, OKU Timur, Sumatera Selatan, akhirnya berakhir pada Rabu (23/9/2026).

Tim SAR Gabungan menemukan Rapi sekitar pukul 10.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan mengapung di wilayah Desa Sukanegara, sekitar 4 kilometer dari lokasi awal dirinya dilaporkan tenggelam.

Rapi sebelumnya dilaporkan tenggelam saat bermain di sekitar Sungai Komering, Desa Riang Bandung, Kecamatan Madang Suku II, pada Selasa (22/9/2026).

Setelah menerima laporan, Tim SAR Gabungan langsung melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet dan perahu masyarakat.

Penyisiran terus dilakukan untuk menemukan keberadaan korban. Hingga akhirnya, pada hari kedua pencarian, keberadaan Rapi diketahui di wilayah Desa Sukanegara.

Baca Juga: Bocah 9 Tahun Tenggelam di Sungai Komering, Tim SAR Lakukan Pencarian

Tim SAR kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke rumah duka. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

“Kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Raymond.

Raymond juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang ikut membantu proses pencarian hingga korban ditemukan.

Dengan ditemukannya Rapi dan diserahterimakan kepada keluarga, operasi pencarian dan pertolongan resmi ditutup.

Kantor SAR Palembang kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sekitar sungai maupun perairan.

Orang tua juga diminta tidak membiarkan anak-anak bermain di sekitar sungai tanpa pendampingan, terutama bagi anak yang belum memiliki kemampuan berenang.

“Utamakan keselamatan dan jangan mengambil risiko saat berada di sekitar perairan. Kewaspadaan kita dapat mencegah terjadinya kecelakaan dan musibah,” pungkas Raymond.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia