Sumsel

Bocah 9 Tahun Tenggelam di Sungai Komering, Tim SAR Lakukan Pencarian

Deny Wahyudi | 23 September 2026, 15:26 WIB
Bocah 9 Tahun Tenggelam di Sungai Komering, Tim SAR Lakukan Pencarian
Bocah 9 Tahun Tenggelam di Sungai Komering, Tim SAR Lakukan Pencarian

AKURAT.CO SUMSEL Seorang bocah berusia 9 tahun bernama Rapi Pratama dilaporkan tenggelam di Sungai Komering, Desa Riang Bandung, Kecamatan Madang Suku II, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, Selasa (22/9/2026).

Kantor SAR Palembang menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 13.30 WIB. Tim rescue kemudian diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.45 WIB. Saat itu, Rapi bersama dua temannya bermain di sekitar Sungai Komering setelah pulang sekolah.

Korban kemudian diduga terpeleset hingga jatuh ke dalam sungai. Teman-temannya sempat berusaha memberikan pertolongan, tetapi korban yang tidak bisa berenang terseret arus dan akhirnya tenggelam.

Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin mengatakan pencarian dilakukan bersama tim SAR gabungan dengan memanfaatkan sejumlah sarana yang tersedia.

Baca Juga: Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Sumsel, BMKG Ungkap Potensi Cuaca Beberapa Hari ke Depan

“Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dengan penyisiran di atas permukaan air di sekitar lokasi kejadian,” kata Raymond.

Penyisiran dilakukan hingga radius sekitar tiga kilometer dari lokasi korban dilaporkan tenggelam. Petugas menggunakan perahu karet serta perahu milik masyarakat untuk menyusuri aliran Sungai Komering.

Operasi pencarian melibatkan Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI/Polri, Damkar, BPBD, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.

Tim gabungan masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai. Kondisi arus yang dapat berubah sewaktu-waktu juga menjadi perhatian petugas selama proses pencarian.

Raymond mengimbau masyarakat, terutama orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di sekitar sungai.

“Jangan biarkan anak-anak bermain di sekitar sungai tanpa pendampingan, terlebih bagi anak yang belum memiliki kemampuan berenang,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia