Sumsel Diprediksi 45 Hari Tanpa Hujan, Satgas Karhutla Diminta Siaga

AKURAT.CO SUMSEL Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) masih perlu diwaspadai. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Sumsel masih akan menghadapi periode kering hingga sekitar 45 hari ke depan.
Hujan alami diperkirakan baru mulai turun pada awal November 2026. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah dan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi munculnya titik panas dan kebakaran.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, prakiraan tersebut menjadi perhatian pemerintah karena semakin panjang periode tanpa hujan, kondisi lahan akan semakin kering.
"Menurut BMKG diperkirakan baru bisa mendapatkan hujan alami itu awal November," katanya.
Meski demikian, Herman Deru berharap hujan dapat turun sebelum periode yang diprakirakan BMKG tersebut.
"Namun mudah-mudahan itu tidak benar, semoga lebih cepat datang hujannya," ujarnya.
Untuk mengantisipasi kondisi kering berkepanjangan, Pemprov Sumsel bersama Satgas Karhutla terus menjalankan sejumlah langkah, salah satunya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Herman Deru menyebut OMC telah dilakukan sebanyak 58 kali. Operasi ini dilakukan ketika terdapat bibit awan yang berpotensi menghasilkan hujan di wilayah yang membutuhkan.
Baca Juga: Timnas Indonesia Siap Tempur di FIFA ASEAN Cup 2026, 23 Pemain Dipanggil John Herdman
Pelaksanaannya juga tidak terbatas pada siang hari. Ketika terdapat informasi mengenai keberadaan bibit awan pada malam hari, operasi dapat segera dilakukan.
"OMC sudah 58 kali kita lakukan. BNPB, saya sebagai gubernur menginstruksikan Satgas untuk melakukan OMC. Begitu ada informasi bibit hujan, tengah malam pun kita lakukan," katanya.
Menurut Herman Deru, OMC menjadi salah satu bentuk upaya pemerintah untuk mengurangi dampak kekeringan dan menekan risiko karhutla.
Ia menyebut pelaksanaan operasi tersebut juga memiliki risiko karena melibatkan pilot dan kru pesawat.
"Ini mempertaruhkan nyawa pilot dan kru untuk menebar garam sebagai pemancing awan berbibit hujan. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita," ungkapnya.
Ancaman musim kering tidak hanya berkaitan dengan karhutla. Penurunan debit sejumlah sungai di Sumsel juga mulai menjadi perhatian.
Herman Deru mengatakan kondisi kering menyebabkan debit air di sejumlah sungai menurun. Kondisi ini perlu diantisipasi, terutama bagi masyarakat yang masih bergantung pada air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.
Ia meminta pemerintah daerah dan pengelola perusahaan daerah air minum (PDAM) menyiapkan langkah agar pelayanan air tetap berjalan.
"Saya lihat sungai-sungai kita banyak sekali debitnya turun. Kalau PDAM, itu harus kita carikan solusi bagaimana intake-nya agar tetap produktif. Masyarakat yang hidupnya menggantungkan pada air sungai harus kita perhatikan," tegasnya.
Herman Deru juga mengapresiasi upaya Pemkab OKU Selatan dan Satgas Karhutla setempat. Ia menilai OKU Selatan sejauh ini bukan wilayah yang memberikan kontribusi signifikan terhadap kabut asap akibat karhutla.
Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat kewaspadaan menurun.
Menurutnya, lahan yang semakin kering dapat meningkatkan risiko munculnya hotspot maupun fire spot. Karena itu, setiap laporan kebakaran harus segera ditindaklanjuti, terutama apabila lokasi berada di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Untuk lokasi seperti kawasan pegunungan, bantuan udara dapat dikerahkan apabila personel tidak memungkinkan mencapai titik api.
"Kalau ada yang tidak terjangkau manusia, misalnya di atas gunung tiba-tiba ada kejadian, helikopter bisa dikerahkan. Bapak bisa telepon, kasih titik koordinat," katanya.
Ia memastikan Dansatgas Udara telah diperintahkan menjaga kesiapsiagaan selama 24 jam. Dengan langkah tersebut, setiap laporan kebakaran diharapkan dapat segera ditangani sebelum api meluas.
"Kita tidak main-main. Tetapi ingat juga ada peran manusia, namun faktor alam sangat tinggi memengaruhi terkait hotspot dan fire spot," pungkas Herman Deru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1BMKG Prediksi Seluruh Sumsel Berpotensi Hujan Besok, Palembang Termasuk
- 2PKH, BPNT, hingga Beras 30 Kg Siap Cair September 2026, Bagaimana BLT Kesra?
- 3Daftar Tanggal Merah 2027: Ada Potensi Libur Panjang hingga 10 Hari Berturut-turut
- 4Ramalan 5 Zodiak Hari Ini, Senin 21 September 2026: Ada Peluang Asmara hingga Karier
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Naik Tipis Hari Ini Usai Sepekan Stagnan
- 65 Fakta Menarik Film Istimewa, Sejarah Baru Layar Lebar Indonesia dengan Tema Inklusivitas
- 7Kronologi PNS Inspektorat OKI Ditusuk Istri hingga Tewas, Bayi 6 Bulan Ikut Terluka
- 8Ramalan Zodiak Libra Akhir Pekan: Romansa Jadi Sorotan, Saatnya Lebih Terbuka pada Perasaan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









