Kemarau dan Kabut Asap Melanda Palembang, Ratu Dewa Ajak Warga Bermunajat Minta Hujan

AKURAT.CO SUMSEL Kemarau panjang yang disertai kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat masyarakat Palembang berharap hujan segera turun.
Di tengah kondisi tersebut, Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengajak masyarakat bermunajat dan berdoa bersama agar hujan segera mengguyur Kota Palembang.
Ajakan itu disampaikan Ratu Dewa saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1488 H di Jalan Musi Raya, Kelurahan Lebong Gajah, Kecamatan Sematang Borang, Selasa (8/9/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat setempat, sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas), serta tokoh agama.
Selain memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi sekaligus memanjatkan doa di tengah kondisi kemarau.
"Pada acara ini, kita bersama Habib Amak Shahab telah bermunajat kepada Allah subhanahu wa Ta'ala agar diturunkan hujan, mengingat sudah lama hujan tidak turun," kata Ratu Dewa.
Baca Juga: Viral Siswa SDN 72 Palembang Disebut Nyaris Diculik, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya
Ratu Dewa mengatakan persoalan yang dihadapi Palembang tidak hanya kemarau panjang, tetapi juga kabut asap yang muncul akibat karhutla.
Menurutnya, kondisi lingkungan tersebut harus menjadi perhatian seluruh masyarakat.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga alam dan mencegah berbagai tindakan yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, termasuk aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
"Mari kita bersama-sama menjaga alam agar tidak dirusak. Pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat harus bersatu dalam menjaga lingkungan," ujarnya.
Ratu Dewa menilai persoalan lingkungan tidak mungkin diselesaikan hanya oleh pemerintah. Peran masyarakat dan berbagai unsur lainnya diperlukan untuk menghadapi kondisi tersebut.
Baca Juga: Kaget Dana Santunan Rp42 Juta Raib dari Rekening, Kakek 76 Tahun Laporkan Menantu ke Polisi
Ia juga mendorong pemerintah, TNI, Polri, ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, majelis taklim, serta organisasi kemasyarakatan untuk terus memperkuat kerja sama.
Menurutnya, kepedulian bersama diperlukan agar upaya menjaga lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Sinergi pemerintah, ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, majelis taklim dan seluruh elemen masyarakat harus terus kita perkuat untuk mewujudkan Palembang yang religius, harmonis, dan penuh semangat gotong royong," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga mendoakan warga yang terdampak musibah letusan Gunung Anak Krakatau agar diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi bencana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2BMKG Ungkap Penyebab Hujan di Palembang Hari Ini
- 3Harga Emas Perhiasan Palembang Bergerak Naik Hari Ini, Tertinggi Rp13,9 Juta per Suku
- 45 Zodiak dengan Ramalan Menarik Akhir Pekan Ini, Cek Peruntunganmu
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 65 Ramalan Zodiak Senin 26 Oktober 2026, Cek Peruntungan Cinta hingga Karier
- 7Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 8Palembang Diguyur, Warga Bersyukur di Tengah Kabut Asap
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








