Udara Palembang Sempat Masuk Kategori Berbahaya, Warga Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

AKURAT.CO SUMSEL Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai dirasakan masyarakat Sumatera Selatan.
Kualitas udara di Kota Palembang sempat masuk kategori berbahaya pada Kamis (6/8/2026) dini hari, mendorong Pemerintah Provinsi Sumsel meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kondisi ini diperkirakan masih berpotensi berlanjut seiring puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus hingga September.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, mengatakan penurunan kualitas udara terjadi akibat kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Palembang sejak malam hingga dini hari.
Berdasarkan hasil pemantauan Stasiun PM2.5 Talang Betutu, kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat sejak pukul 00.00 WIB.
Baca Juga: Hilang Sepekan, Seorang Suami di Palembang Temukan Istrinya di Kamar Kos Bersama Pria Lain
Kondisi tersebut kemudian memburuk menjadi kategori berbahaya sekitar pukul 01.00 WIB, sebelum perlahan membaik pada pagi hari.
Saat kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat, konsentrasi partikel PM2.5 tercatat melebihi 200 mikrogram per meter kubik. Angka itu bahkan sempat melampaui 300 mikrogram per meter kubik ketika masuk kategori berbahaya.
"Penurunan kualitas udara terjadi karena masih ada sisa penyebaran asap tadi malam. Kondisinya mulai membaik pada pagi hari," ujar Wandayantolis.
Ia menduga kabut asap yang mencapai Palembang berasal dari sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan di wilayah Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Banyuasin, hingga Prabumulih.
Selain di Talang Betutu, pemantauan di Stasiun PM2.5 Musi II juga menunjukkan kualitas udara sempat berada pada kategori tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 tercatat melebihi 90 mikrogram per meter kubik sekitar pukul 03.00 WIB sebelum kembali turun ke kategori sedang pada pukul 08.00 WIB.
Dinkes Perkuat Kesiapsiagaan
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Sumatera Selatan meminta seluruh daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi meningkatnya gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogahtriyah, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh Dinas Kesehatan kabupaten dan kota untuk memperkuat langkah antisipasi sejak awal Juni 2026.
Langkah tersebut meliputi peningkatan edukasi kepada masyarakat, penguatan surveilans penyakit, pemantauan kualitas udara secara berkala, hingga memastikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan siap menangani kemungkinan bertambahnya pasien ISPA.
Daerah yang terdampak asap juga diminta menyiapkan posko kesehatan, memastikan ketersediaan obat dan logistik medis, serta melaporkan perkembangan kasus ISPA maupun pneumonia setiap pekan.
"Meski tren kasus pada semester pertama menunjukkan penurunan dibandingkan tahun lalu, memasuki Agustus hingga September kita tetap harus waspada karena kualitas udara berpotensi memburuk akibat karhutla," kata Ira.
Data Dinas Kesehatan Sumsel menunjukkan jumlah kasus ISPA sepanjang Januari hingga Juni 2026 mengalami tren penurunan. Pada Januari tercatat 50.651 kasus dan berkurang menjadi 33.582 kasus pada Juni.
Angka tersebut lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang justru menunjukkan peningkatan kasus.
Meski demikian, Kota Palembang masih menjadi daerah dengan jumlah kasus ISPA tertinggi di Sumatera Selatan, yakni mencapai 85.032 kasus.
Di bawahnya terdapat Kabupaten Muara Enim dengan 30.668 kasus, Musi Banyuasin 17.946 kasus, OKU Timur 15.109 kasus, Banyuasin 14.140 kasus, Musi Rawas 13.700 kasus, serta Kabupaten Lahat sebanyak 13.523 kasus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1PKH, BPNT, hingga Beras 30 Kg Siap Cair September 2026, Bagaimana BLT Kesra?
- 2Kronologi PNS Inspektorat OKI Ditusuk Istri hingga Tewas, Bayi 6 Bulan Ikut Terluka
- 3Ramalan 5 Zodiak Hari Ini, Senin 21 September 2026: Ada Peluang Asmara hingga Karier
- 4HP Realme 16 Pro Edisi Harry Potter Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
- 5Update Harga Emas Perhiasan di Palembang Senin 21 September 2026
- 6Timnas Indonesia Siap Tempur di FIFA ASEAN Cup 2026, 23 Pemain Dipanggil John Herdman
- 7Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Segera Berakhir, Cek Status Pencairanmu Segera
- 8Cek Harga Emas Perhiasan di Palembang Selasa 22 September 2026, Naik atau Turun?
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









