Sumsel

Program Health Tourism Sumsel Mulai Berbuah Hasil, Warga Batal Berobat ke Malaysia dan Pilih MCU di Palembang

Kurnia | 4 Agustus 2026, 21:00 WIB
Program Health Tourism Sumsel Mulai Berbuah Hasil, Warga Batal Berobat ke Malaysia dan Pilih MCU di Palembang

AKURAT.CO SUMSEL Program Health Tourism atau wisata kesehatan yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mulai menunjukkan hasil positif.

Setelah berjalan selama enam bulan, sejumlah warga yang semula berencana menjalani medical check-up (MCU) ke Malaysia memilih memanfaatkan layanan kesehatan di rumah sakit di Palembang.

Perkembangan tersebut terungkap dalam rapat evaluasi enam bulan pelaksanaan program Health Tourism yang dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pemprov Sumsel, Apriyadi, bersama Dinas Kesehatan, rumah sakit, perguruan tinggi, dan biro perjalanan, Selasa (4/8/2026).

Apriyadi mengatakan, evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas program sekaligus menyusun langkah perbaikan agar Palembang mampu berkembang sebagai salah satu tujuan wisata kesehatan di Indonesia.

"Program ini masih baru sehingga masih banyak yang harus dibenahi. Yang terpenting adalah memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara sektor kesehatan dan pariwisata agar berjalan seiring," ujarnya.

Baca Juga: BPBD Sumsel Catat 781 Karhutla Sepanjang 2026, Warga Diminta Waspada di Puncak Musim Kemarau

Menurutnya, pemerintah terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk rumah sakit, Politeknik Pariwisata, dan biro perjalanan. Kerja sama tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas promosi paket wisata kesehatan.

Apriyadi menilai Palembang memiliki keunggulan yang dapat menjadi daya tarik tersendiri. Selain didukung rumah sakit dengan fasilitas dan tenaga medis yang memadai, kota ini juga dikenal memiliki kekayaan kuliner dan budaya yang bisa menjadi nilai tambah bagi pasien maupun keluarga yang mendampingi.

"Orang mengenal Palembang karena pempek, songket, dan wisata budayanya. Potensi itu harus dipadukan dengan layanan kesehatan sehingga menjadi paket yang menarik," katanya.

Ia menjelaskan, fokus utama program saat ini adalah menekan jumlah masyarakat Sumatera Selatan yang memilih berobat atau melakukan pemeriksaan kesehatan ke luar negeri.

Menurut Apriyadi, rumah sakit di Palembang kini telah memiliki kemampuan memberikan berbagai layanan kesehatan, termasuk pemeriksaan kesehatan menyeluruh yang sebelumnya banyak dicari masyarakat di negara tetangga.

"Harapan kami, masyarakat tidak perlu lagi ke luar negeri untuk medical check-up karena layanan serupa sudah tersedia di rumah sakit-rumah sakit di Palembang," ujarnya.

Ia mengungkapkan, hasil awal program mulai terlihat. Beberapa warga Sumsel yang sebelumnya telah merencanakan pemeriksaan kesehatan di Malaysia akhirnya membatalkan keberangkatan setelah mengetahui fasilitas yang tersedia di Palembang.

"Sudah ada masyarakat yang awalnya ingin ke Malaysia, tetapi setelah mendapatkan informasi akhirnya memilih melakukan MCU di Palembang. Ini menjadi tanda bahwa kepercayaan masyarakat mulai meningkat," katanya.

Selain itu, Apriyadi menyebut program ini juga mulai menarik perhatian dari luar negeri. Bahkan, ada warga negara asing yang tercatat memanfaatkan layanan kesehatan di Kota Lubuklinggau.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Trisnawarman mengatakan promosi yang melibatkan biro perjalanan mulai memberikan dampak terhadap peningkatan kunjungan pasien ke rumah sakit yang tergabung dalam program Health Tourism.

"Alhamdulillah sudah mulai ada pergerakan pasien. Travel agent juga mulai memperkenalkan layanan wisata kesehatan kepada masyarakat," ujarnya.

Meski demikian, Trisnawarman menegaskan membangun citra Sumsel sebagai destinasi wisata kesehatan membutuhkan proses yang panjang. Menurutnya, keberhasilan Malaysia sebagai tujuan wisata medis merupakan hasil promosi dan pengembangan yang dilakukan selama bertahun-tahun.

Karena itu, Pemprov Sumsel akan terus memperluas promosi melalui berbagai media, mulai dari videotron, media massa, platform digital, hingga jaringan biro perjalanan agar semakin banyak masyarakat mengetahui bahwa layanan kesehatan di Palembang mampu bersaing.

"Kami ingin masyarakat yakin bahwa kualitas layanan rumah sakit di Palembang tidak kalah. Yang perlu terus diperkuat adalah promosi dan peningkatan pelayanan sehingga kepercayaan masyarakat terus tumbuh," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia