QRIS Kian Digemari, 1,57 Juta Warga Sumsel Sudah Beralih ke Pembayaran Digital

AKURAT.CO SUMSEL Adopsi pembayaran digital di Sumatera Selatan (Sumsel) terus menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga April 2026, jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di provinsi ini telah mencapai 1,57 juta orang, seiring meningkatnya penggunaan transaksi non-tunai di berbagai sektor.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumsel, Bambang Pramono, mengatakan perkembangan tersebut menjadi bukti semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital.
"Perkembangannya terus meningkat. Target awal bahkan sudah terlampaui sehingga kami menaikkan target berikutnya. Ini menunjukkan adopsi QRIS di Sumsel berjalan sangat baik," kata Bambang, Jumat (26/6/2026).
Baca Juga: Terbangun untuk Salat Subuh, Warga Palembang Pergoki Motor Dicuri, Satu Pelaku Diamankan
Selain jumlah pengguna yang terus bertambah, nilai transaksi QRIS di Sumsel juga mencatat pertumbuhan signifikan. Hingga Mei 2026, total transaksi hampir mencapai Rp14 triliun, dengan jumlah merchant yang telah menembus 1,23 juta.
Menurut Bambang, selama ini penggunaan QRIS masih didominasi oleh sektor perdagangan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ke depan, BI akan memperluas implementasi pembayaran digital ke sektor yang memiliki potensi transaksi tinggi, seperti pariwisata dan pesantren.
Sektor pariwisata dinilai memiliki peluang besar karena transaksi wisatawan akan menjadi lebih praktis melalui pembayaran digital. Sementara di lingkungan pesantren, QRIS diharapkan dapat mempermudah berbagai transaksi, mulai dari pembayaran biaya pendidikan hingga kebutuhan harian para santri.
"Kami ingin memperluas penggunaan QRIS, tidak hanya di sektor perdagangan, tetapi juga di destinasi wisata dan lingkungan pesantren," ujarnya.
Untuk mempercepat perluasan ekosistem digital tersebut, BI kembali menggelar Digital Kito Galo (DKG) ke-7 yang dikolaborasikan dengan kegiatan Gemilang Palembang Raya dalam rangka Hari Jadi Kota Palembang ke-1.343.
Melalui program itu, BI menargetkan jumlah pengguna QRIS di Sumsel meningkat menjadi 1,7 juta orang.
Selain menambah pengguna, kegiatan tersebut juga difokuskan pada peningkatan literasi masyarakat mengenai transaksi digital yang aman, mudah, dan terlindungi.
Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Sumsel, Basyaruddin Akhmad, menilai digitalisasi pembayaran memberikan manfaat besar bagi perekonomian daerah.
Menurutnya, sistem pembayaran digital mampu meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM dan wirausaha muda.
"Digitalisasi pembayaran bukan hanya memudahkan masyarakat bertransaksi, tetapi juga membuka peluang usaha yang lebih luas serta memperkuat daya saing ekonomi daerah," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









