Harga Sembako Belum Stabil Pascaiduladha, Minyak Goreng dan Beras Naik, Ayam Potong Justru Turun

AKURAT.CO SUMSEL Sejumlah harga kebutuhan pokok di Kota Palembang masih menunjukkan tren fluktuatif pasca Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas seperti minyak goreng, tepung, dan beras, harga ayam potong justru mengalami penurunan.
Berdasarkan pantauan di Pasar Samping Polrestabes Palembang, Selasa (2/6/2026), harga ayam potong turun menjadi Rp32 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp35 ribu per kilogram menjelang hingga sehari setelah Iduladha.
Salah satu pedagang ayam potong, Yuni, mengatakan penurunan harga terjadi dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, kondisi pasar yang sepi turut memengaruhi harga jual ayam di tingkat pedagang.
"Kemarin masih Rp35 ribu per kilogram, sekarang turun menjadi Rp32 ribu. Pembeli juga sedang sepi karena harga kebutuhan pokok lainnya masih tinggi," ujar Yuni.
Baca Juga: HIV/AIDS di Palembang Tembus 194 Kasus dalam 4 Bulan, Kelompok LSL Jadi Sorotan
Sementara itu, komoditas lain justru mengalami kenaikan harga. Minyak goreng kemasan merek Minyakita yang sebelumnya dijual sekitar Rp17 ribu per liter kini mencapai Rp20 ribu per liter.
Pedagang sembako, Elis, mengungkapkan kenaikan harga minyak goreng sudah berlangsung sejak setelah Idulfitri dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan hingga saat ini.
"Minyak goreng curah juga naik dari Rp18 ribu menjadi Rp22 ribu per kilogram. Tepung tapioka ikut naik dari Rp9 ribu menjadi Rp12 ribu per kilogram," katanya.
Di sisi lain, harga telur ayam ras dan gula pasir masih relatif stabil. Telur ayam dijual Rp24 ribu per kilogram, sedangkan gula pasir bertahan di kisaran Rp18 ribu per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas beras. Menurut para pedagang, hampir seluruh merek beras mengalami kenaikan harga antara Rp2 ribu hingga Rp5 ribu per kemasan, tergantung jenis dan kualitasnya.
Pedagang menilai kondisi pasar saat ini masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari tingginya permintaan pascahari besar keagamaan hingga kondisi ekonomi global yang berdampak pada rantai distribusi dan pasokan pangan.
Meski demikian, mereka berharap harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil dalam beberapa pekan ke depan agar daya beli masyarakat tidak terus tertekan.
"Kalau harga terus naik, pembeli semakin mengurangi belanja. Kami juga berharap kondisi segera normal supaya pasar kembali ramai," tutup Elis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1BMKG Prediksi Seluruh Sumsel Berpotensi Hujan Besok, Palembang Termasuk
- 2PKH, BPNT, hingga Beras 30 Kg Siap Cair September 2026, Bagaimana BLT Kesra?
- 3Daftar Tanggal Merah 2027: Ada Potensi Libur Panjang hingga 10 Hari Berturut-turut
- 4Ramalan 5 Zodiak Hari Ini, Senin 21 September 2026: Ada Peluang Asmara hingga Karier
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Naik Tipis Hari Ini Usai Sepekan Stagnan
- 6Kronologi PNS Inspektorat OKI Ditusuk Istri hingga Tewas, Bayi 6 Bulan Ikut Terluka
- 75 Fakta Menarik Film Istimewa, Sejarah Baru Layar Lebar Indonesia dengan Tema Inklusivitas
- 8Ramalan Zodiak Libra Akhir Pekan: Romansa Jadi Sorotan, Saatnya Lebih Terbuka pada Perasaan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







