Dua Daerah di Sumsel Siaga Karhutla, Provinsi Segera Tetapkan Status

AKURAT.CO SUMSEL Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai diantisipasi serius di Sumatera Selatan (Sumsel). Dua daerah, yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir, telah lebih dulu menetapkan status siaga karhutla seiring mendekatnya musim kemarau.
Pemerintah Provinsi Sumsel pun kini tengah memproses penetapan status serupa di tingkat provinsi guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tahunan tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M. Iqbal Alisyahbana, mengatakan usulan penetapan status siaga karhutla tingkat provinsi sudah diajukan dan tinggal menunggu persetujuan gubernur.
“Untuk provinsi saat ini masih dalam proses. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ditetapkan,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Menurut Iqbal, status siaga tersebut direncanakan berlaku hingga 30 November 2026, menyesuaikan dengan periode musim kemarau. Jika potensi karhutla masih tinggi, masa siaga tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang.
Baca Juga: Gunakan Boeing 777, Kloter Perdana Haji Palembang Berangkat dengan 443 Jemaah
“Targetnya sebelum apel siaga pada 29 April nanti, status ini sudah resmi ditetapkan,” katanya.
Penetapan status siaga dinilai krusial untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga instansi terkait lainnya dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.
BPBD Sumsel sendiri telah menggencarkan berbagai langkah antisipasi, seperti pemetaan wilayah rawan, peningkatan patroli, sosialisasi kepada masyarakat, serta penyiapan personel dan peralatan di sejumlah titik strategis.
“Pencegahan terus kita optimalkan, termasuk edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” tegasnya.
Selain itu, koordinasi intensif juga dilakukan dengan pemerintah kabupaten/kota guna memastikan kesiapan di tingkat daerah, terutama di wilayah yang memiliki riwayat karhutla cukup tinggi.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diprediksi mulai terjadi pada Mei 2026, dengan puncaknya berlangsung pada Juli hingga September.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1BMKG Prediksi Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Palembang Berpotensi Sore dan Malam
- 2Siap-siap, Kemensos dan PT Pos Siapkan Skema Baru Penyaluran Bansos
- 3Avengers Endgame: Encore Resmi Tayang di Bioskop, Simak Perbedaannya dengan Versi 2019
- 4BMKG Prediksi 15 Daerah di Sumsel Masih Dilanda Hujan Besok Rabu 23 September 2026
- 5HP Realme 16 Pro Edisi Harry Potter Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
- 6Ramalan Zodiak Cancer Hari Ini 23 September 2026: Jangan Terburu-buru Ambil Keputusan
- 7Cek Harga Emas Perhiasan di Palembang Selasa 22 September 2026, Naik atau Turun?
- 8Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Segera Berakhir, Cek Status Pencairanmu Segera
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








