Bank Indonesia Siapkan Rp1,6 Triliun Uang Pecahan Kecil di Sumsel, Antisipasi Lonjakan Transaksi Ramadan

AKURAT.CO SUMSEL Aktivitas ekonomi masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan diperkirakan meningkat signifikan selama bulan suci Ramadan hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang tunai, Bank Indonesia menyiapkan pasokan uang pecahan kecil dalam jumlah besar.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel memperkirakan kebutuhan uang tunai masyarakat selama periode tersebut meningkat sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Bambang Pramono mengatakan peningkatan kebutuhan uang tunai tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat menjelang hari raya.
Menurutnya, konsumsi rumah tangga, transaksi ritel, hingga tradisi berbagi uang saat Lebaran menjadi faktor utama meningkatnya peredaran uang tunai.
Baca Juga: Detik-detik Perampokan Indomaret di Palembang, Pelaku Todong Kasir dan Gasak Rp16 Juta
“Momentum Ramadan dan Idulfitri biasanya mendorong peningkatan transaksi masyarakat, terutama pada sektor konsumsi dan perdagangan,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Untuk mendukung kelancaran transaksi, Bank Indonesia menyiapkan uang pecahan kecil (UPK) senilai lebih dari Rp1,6 triliun.
Uang tersebut terdiri dari berbagai pecahan mulai dari Rp1.000 hingga Rp20.000 yang biasanya paling banyak dibutuhkan masyarakat saat Lebaran.
Distribusi uang pecahan kecil ini dilakukan melalui program layanan penukaran uang bertajuk SERAMBI 2026.
Melalui program tersebut, Bank Indonesia membuka sebanyak 462 titik layanan penukaran uang di berbagai wilayah Sumatera Selatan dengan total kuota sekitar 57.000 penukar.
Hingga awal Maret 2026, realisasi penukaran uang di wilayah Sumsel sudah mencapai Rp121,4 miliar.
Jumlah tersebut berasal dari sekitar 23.800 masyarakat yang telah melakukan penukaran uang atau sekitar 40 persen dari total kuota yang disediakan.
Selain membuka layanan di kota-kota besar, Bank Indonesia juga melakukan upaya jemput bola dengan menjangkau wilayah pesisir.
Salah satunya melalui kegiatan Susur Sungai Musi yang dilaksanakan pada 2 hingga 6 Maret 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Bank Indonesia membawa modal kas sekitar Rp5,3 miliar dengan berbagai pecahan uang mulai dari Rp1.000 hingga Rp50.000.
Program ini menjangkau sejumlah wilayah pesisir di sepanjang Sungai Musi seperti Desa Upang, Muara Talang, Makarti Sungsang, Bunga Karang, hingga Pulau Borang.
Baca Juga: Hadapi Potensi Bencana Saat Mudik, BPBD Sumsel Siapkan Tim Reaksi Cepat
Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat di wilayah terpencil tetap dapat mengakses layanan penukaran uang baru menjelang Lebaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1BMKG Prediksi 12 Daerah Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Cek Daftar Wilayahnya
- 2Cek Bansos Kemensos September 2026, BPNT Rp600 000 Siap Cair
- 3Ramai Isu Gempa Megathrust Ancam Indonesia, Apa Saja yang Harus Disiapkan?
- 47 Daerah Sumsel Berstatus Awas Kekeringan, Palembang dan Prabumulih Siaga
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini yang Diprediksi Bersedih, Ada yang Sulit Melupakan Masa Lalu
- 6Harga iPhone Lama Usai iPhone 18 Pro Meluncur, Naik hingga Rp3 Jutaan per Produk
- 7Profil dan Rekam Jejak Suahazil Nazara, Menteri Keuangan Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa
- 8PLN Jadwalkan Pemeliharaan Listrik di Palembang, Cek Wilayah dan Jamnya
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









