Sumsel

Dua Bulan, 34 Bencana Terjadi di Sumsel: Banjir Paling Mendominasi

Kurnia | 9 Maret 2026, 17:00 WIB
Dua Bulan, 34 Bencana Terjadi di Sumsel: Banjir Paling Mendominasi
Ilustrasi bencana

AKURAT.CO SUMSEL Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat sedikitnya 34 kejadian bencana alam melanda wilayah Sumsel selama Januari hingga Februari 2026.

Dari jumlah tersebut, banjir menjadi bencana yang paling sering terjadi.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan banjir tercatat terjadi sebanyak 17 kali atau hampir setengah dari total kejadian bencana pada dua bulan pertama tahun ini.

“Sepanjang Januari hingga Februari 2026 terdapat 34 kejadian bencana di 14 kabupaten dan kota. Banjir mendominasi dengan 17 kejadian, dan total ada 26.373 kepala keluarga yang terdampak,” kata Sudirman, Senin (9/3/2026).

Selain banjir, BPBD juga mencatat delapan kejadian angin kencang, tujuh tanah longsor, satu puting beliung, serta satu kejadian banjir bandang.

Baca Juga: Rekomendasi Mobil Bekas untuk Mudik Lebaran, Toyota Avanza di Bawah Rp100 Juta Jadi Incaran

Menurut Sudirman, tingginya curah hujan sejak awal tahun menjadi faktor utama meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi di Sumsel.

Kondisi tersebut membuat sejumlah daerah rawan bencana mengalami dampak yang cukup signifikan.

“Awal tahun merupakan puncak musim hujan. Intensitas curah hujan yang tinggi memicu banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah,” ujarnya.

Dampak bencana tidak hanya dirasakan oleh permukiman warga, tetapi juga sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah. Data BPBD menunjukkan sekitar 4.830 hektare lahan persawahan terendam banjir, sementara 545 hektare kebun mengalami kerusakan maupun gangguan produksi.

Selain itu, tercatat sebanyak 25.864 unit rumah terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 29 rumah mengalami kerusakan berat, satu rumah rusak sedang, dan delapan rumah rusak ringan.

Bencana juga berdampak pada sejumlah fasilitas umum, termasuk 17 fasilitas pendidikan, dua rumah ibadah, empat fasilitas kesehatan, empat jembatan, serta kerusakan jalan sepanjang 15,33 kilometer.

Adapun wilayah yang paling banyak mengalami kejadian bencana adalah Ogan Ilir dengan enam kejadian yang didominasi angin kencang.

Disusul OKU Selatan dengan lima kejadian tanah longsor serta Muara Enim yang mencatat lima kejadian bencana dengan jenis berbeda.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia