700 Dapur Program Gizi Beroperasi di Sumsel, 30 Persen Belum Bersertifikat Higiene

AKURAT.CO SUMSEL Sebanyak 700 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang beroperasi secara resmi di Sumatera Selatan, tetapi hanya sekitar 70 persen dari mereka telah menerima sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Kepala KPPG Palembang, Nurya Hayati, menjelaskan dari total 700 unit, sebanyak 186 dapur berada di Kota Palembang, sementara sisanya tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sumsel.
“Memang, saat ini baru sekitar 70 persen yang memiliki SLHS. Karena pertambahan dapur terus berjalan, kami akan terus kejar. Setiap SPPG wajib memiliki sertifikat maksimal satu bulan setelah operasional,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Ia juga menegaskan, pengawasan dapur SPPG akan semakin diperketat, terutama untuk unit baru. Proses sertifikasi melibatkan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) dan pelatihan khusus untuk petugas pengolah makanan.
Baca Juga: Vape Berisi Obat Penenang Digagalkan Beredar di Palembang, 91 Cartridge Etomidate Disita
Selain itu, sampel bahan baku dari dapur baru akan diuji di laboratorium untuk memastikan kelayakan dan keamanan konsumsi.
Langkah ini dilakukan agar program gizi yang dijalankan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga memenuhi standar higienitas dan keamanan pangan.
selama bulan Ramadan, KPPG juga menyiapkan mekanisme khusus sesuai Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 dari Badan Gizi Nasional. Program tetap berjalan dengan skema paket bundling makanan kering yang disesuaikan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Distribusi paket dilakukan setiap tiga hari sekali atau dua kali dalam sepekan selama bulan puasa.
Khusus untuk lingkungan pesantren, jadwal distribusi akan disesuaikan dengan kebutuhan waktu berbuka puasa agar penerima manfaat tetap mendapatkan asupan gizi yang memadai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









