Cegah Masalah di Luar Negeri, Imigrasi Palembang Perketat Paspor

AKURAT.CO SUMSEL Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang memperketat penerbitan paspor bagi warga negara Indonesia (WNI) yang hendak bepergian ke Kamboja. Langkah ini diambil menyusul maraknya dugaan kasus pekerjaan ilegal yang melibatkan WNI di negara tersebut.
Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim), Machmudi, mengatakan kebijakan tersebut merupakan arahan pimpinan sebagai bentuk pencegahan sekaligus perlindungan terhadap masyarakat, khususnya warga Sumatera Selatan.
“Terkait tujuan Kamboja, sesuai arahan pimpinan, kami sangat ketat dalam pengeluaran paspor yang berpotensi digunakan untuk bekerja secara ilegal. Kami ingin memastikan paspor digunakan secara benar dan bertanggung jawab,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Machmudi menjelaskan, setiap pemohon paspor tetap melalui tahapan administrasi, wawancara, dan verifikasi dokumen. Namun, untuk tujuan tertentu seperti Kamboja, pendalaman dilakukan lebih detail.
Baca Juga: Besok, Jenazah Alex Noerdin Diterbangkan ke Palembang dan Dimakamkan di TPU Kebun Bunga
Petugas akan menggali tujuan keberangkatan, rencana kegiatan, hingga kelengkapan dokumen pendukung. Meski sebagian pemohon mengaku bepergian untuk wisata, pihak imigrasi tetap melakukan klarifikasi menyeluruh.
“Dalam proses wawancara, pemohon biasanya menyampaikan tujuan wisata dan membuat surat pernyataan. Tetapi kami tetap melihat kesesuaian data dan bukti pendukungnya,” katanya.
Jika ditemukan indikasi ketidaksesuaian atau bukti yang dinilai belum kuat, permohonan paspor dapat ditunda hingga persyaratan dinyatakan lengkap dan jelas.
Menurut Machmudi, pengetatan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi warganya dari risiko eksploitasi atau praktik kerja ilegal di luar negeri.
Ia menegaskan, ketika terjadi permasalahan di luar negeri, negara tetap memiliki tanggung jawab untuk memberikan perlindungan. Karena itu, pencegahan sejak tahap awal dinilai lebih efektif.
“Kami mencegah agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan WNI. Ini langkah preventif supaya masyarakat tidak terjebak pekerjaan ilegal di luar negeri,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2BMKG Ungkap Penyebab Hujan di Palembang Hari Ini
- 3Harga Emas Perhiasan Palembang Bergerak Naik Hari Ini, Tertinggi Rp13,9 Juta per Suku
- 45 Zodiak dengan Ramalan Menarik Akhir Pekan Ini, Cek Peruntunganmu
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 65 Ramalan Zodiak Senin 26 Oktober 2026, Cek Peruntungan Cinta hingga Karier
- 7Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 8Palembang Diguyur, Warga Bersyukur di Tengah Kabut Asap
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









