Konsumsi Ikan di Palembang Menurun, Ini Penyebabnya

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Perikanan Kota Palembang melaporkan bahwa konsumsi ikan per kapita di kota tersebut mengalami penurunan pada tahun 2023. Menurut data terbaru, konsumsi ikan mencapai 44,6 kilogram per kapita per tahun.
Kepala Dinas Perikanan Kota Palembang, Ahmad Zazuli, menjelaskan bahwa angka ini menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, disebabkan oleh perubahan dalam perhitungan konsumsi ikan.
Zazuli menjelaskan bahwa konsumsi ikan yang tercatat sebelumnya adalah 52 kilogram per kapita per tahun. Namun, penurunan tersebut terjadi karena adanya perubahan dalam rumusan perhitungan konsumsi ikan.
"Perubahan pada rumusan ini membuat perhitungan hanya untuk ikan yang dimasak secara langsung, dan olahan ikan seperti bakso, pempek, dan siomay tidak lagi dihitung," jelasnya.
Perubahan rumusan ini berarti bahwa konsumsi ikan yang diolah menjadi produk lain tidak lagi dihitung dalam statistik resmi.
Baca Juga: Sriwijaya FC Hampir Lengkap, 21 Pemain Bergabung Menjelang Liga 2 Musim 2024/2025
Dengan demikian, hanya konsumsi ikan dalam bentuk segar atau dimasak langsung seperti pindang, ikan bakar, dan fillet yang diperhitungkan.
Meskipun konsumsi ikan mengalami penurunan, harga ikan di Palembang saat ini relatif murah. Menurut Zazuli, harga ikan dipengaruhi oleh musim.
"Jenis ikan yang paling banyak dikonsumsi di Palembang termasuk lele, patin, dan nila, tetapi saat kemarau, stok ikan banyak sehingga harga cenderung turun," katanya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









