Sumsel

Semarak Malam Semifinal Cek Bagus dan Cek Ayu 2025 di Museum SMB II Palembang, 30 Pasang Adu Wawasan Budaya

Maman Suparman | 14 Mei 2025, 12:00 WIB
Semarak Malam Semifinal Cek Bagus dan Cek Ayu 2025 di Museum SMB II Palembang, 30 Pasang Adu Wawasan Budaya

AKURAT.CO SUMSEL Sorak sorai para pendukung menghidupkan suasana malam semifinal ajang pemilihan Cek Bagus dan Cek Ayu 2025 yang digelar di pelataran Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Selasa malam (13/5/2025).

Sebanyak 30 pasang peserta unjuk kemampuan dan pengetahuan budaya di hadapan dewan juri yang kompeten di bidangnya.

Acara ini menjadi salah satu momentum penting dalam rangka mencari duta-duta muda terbaik yang mampu mempromosikan dan melestarikan budaya Palembang.

Dalam sesi penilaian, para semifinalis tak hanya dituntut tampil percaya diri, namun juga ditantang menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar budaya lokal dan isu kekinian.

Dewan juri yang hadir terdiri dari tokoh-tokoh budaya dan profesional, di antaranya Budayawan Palembang RM Ali Hanafiah atau yang akrab disapa Mang Amin, Indah Risky A, Hendra Sudrajat, Septa Marus Eka Putra, serta Dewi Anggraini.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Sederhana untuk Mempertajam Daya Ingat di Usia 30-an

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Affan Prapanca Mahalli, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.

Ia berharap kolaborasi ini bisa menjadi kekuatan dalam menjaga warisan budaya Palembang.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong peran generasi muda sebagai pelestari budaya. Terima kasih kepada para sponsor dan seluruh panitia yang telah mendukung penuh acara ini,” ujar Affan.

Dari total 30 pasang semifinalis, nantinya akan dipilih 15 pasang finalis yang akan melaju ke babak Grand Final. Mereka yang lolos akan kembali bersaing memperebutkan gelar Cek Bagus dan Cek Ayu 2025.

Sementara itu, Walikota Palembang yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Isnaini Madani, mengingatkan bahwa selain memiliki pengetahuan budaya, seorang duta budaya juga harus menjadi panutan dalam berperilaku.

“Etika, akhlak, dan tata bahasa menjadi cerminan karakter duta budaya. Mereka harus menjadi representasi anak muda Palembang yang santun dan cerdas,” tegas Isnaini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia