Sumsel

120 Anak TK Ikuti Edukasi Tanggap Bencana yang Digelar BPBD Sumsel Sebagai Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 26 April

Deni Hermawan | 22 April 2025, 22:26 WIB
120 Anak TK Ikuti Edukasi Tanggap Bencana yang Digelar BPBD Sumsel Sebagai Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 26 April

AKURAT.CO SUMSEL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan terus menggencarkan edukasi kesiapsiagaan bencana bagi anak-anak usia dini.

Salah satunya melalui sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana, guna mempersiapkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Tingkat TK.

Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana pada tanggal 26 April Mendatang ini, diikuti sebanyak 120 siswa dari empat TK beserta para orangtua wali siswa yang digelar di Kantor BPBD Sumsel.

Baca Juga: BPBD Sumsel Gelar Penyusunan Dokumen Jitupasna dan R3P, Tingkatkan Kapasitas Rehabilitasi Pascabencana

Acara ini dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Sumsel diwakili Sekretaris BPBD,l Sumsel, Aksoni S.E,. M.M. pada Selasa (22/4/2025)

Menurut Aksoni, pendekatan dengan simulasi dan edukasi langsung merupakan langkah penting dalam membentuk dan membangun budaya kesiapsiagaan bencana sejak dini.

Dia mencontohkan budaya kesiapsiagaan sejak dini di negara Jepang. Disana kesiapsiagaan telah ditanamkan sejak kecil sehingga dapat membantu mengurangi risiko korban dalam bencana.

Di Jepang, meski sering terjadi gempa, masyarakatnya sudah memiliki kesiapan yang tinggi dan telah ditanamkan sejak dini.

"Hal inilah yang ingin kita wujudkan di Indonesia," jelas Aksoni.

Melalui program SPAB, anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik menghadapi situasi darurat seperti banjir, gempa bumi, dan kebakaran.

BPBD Sumsel berharap program ini bisa membangun budaya kesiapsiagaan dengan menanamkan pemahaman kepada anak-anak, agar risiko korban akibat bencana di masa depan dapat dikurangi.

Aksoni juga menghimbau dan mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam menjaga anak-anaknya saat memasuki musim hujan. Hal ini dikarenakan genangan air yang meluap dan arus deras di selokan bisa menjadi ancaman serius bagi anak-anak.

"Kami mengingatkan dan mengimbau orang tua untuk selalu mengawasi anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain di luar saat hujan, karena berpotensi ada genangan air yang meluap dan berbahaya,"imbuhnya.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumsel Ferry Yanuar S.K.M., M.Kes, menambahkan bahwa program SPAB akan terus dilaksanakan di berbagai jenjang pendidikan, termasuk SD, SMP, dan SMA.

Pada kegiatan hari ini diikuti sebanyak empat TK, mulai dari TK Barokah, TK Damar Cerdas, TK Miftahul Jannah dan TK IT Al-fatah.

"Hari ini kita memberikan program SPAB kepada anak-anak TK. Sebelumnya kita sudah melaksanakan kegiatan ini di tingkat SLTA, dan kedepan menyusul tingkat SD dan SMP," jelasnya.

Salah satu peserta, Emy, yang mendampingi anaknya dari TK Barokah mengungkapkan bahwa edukasi yang diberikan oleh BPBD Sumsel sangat bermanfaat.

Menurutnya anak-anak dapat lebih mudah memahami dan belajar langsung bagaimana menghadapi bencana gempa dan memadamkan api saat terjadi kebakaran.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
A