Sumsel

Atap SDN 31 Palembang Roboh, Murid Belajar di Ruang Darurat

Maman Suparman | 27 Agustus 2025, 17:50 WIB
Atap SDN 31 Palembang Roboh, Murid Belajar di Ruang Darurat

AKURAT.CO SUMSEL Kondisi bangunan SD Negeri 31 Palembang di Jalan Ratna, Kelurahan 29 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, memprihatinkan.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan atap sejumlah ruangan di sekolah tersebut roboh, hingga menuai keprihatinan publik.

Bangunan yang rusak parah meliputi bekas mushola, ruang UKS, ruang rapat KKG guru, salah satu ruang kelas, hingga atap luar ruang guru. Sebagian besar plafon sudah lepas, bahkan lantai dipenuhi dedaunan kering akibat atap yang terbuka.

Seorang wali murid yang merekam kondisi sekolah tersebut membagikan video ke media sosial, hingga viral dan mendapat sorotan. Dari pantauan langsung, setidaknya ada lima ruangan yang sudah tidak layak pakai.

Baca Juga: Teriakan Warga Bongkar Aksi Curanmor di Plaju, Pelaku Nyaris Diamuk Massa

Penjaga sekolah, Neliani (51), mengungkapkan kerusakan ini bukan hal baru. Menurutnya, atap bangunan sudah mulai rusak sejak lebih dari lima tahun lalu.

“Awalnya mushola dan ruang UKS yang menyatu rusak duluan. Setelah itu ruangan lain ikut menyusul, atapnya satu per satu jebol,” ujar Neliani, Rabu (27/8/2025).

Ia mengatakan pihak sekolah sempat mengajukan perbaikan, namun belum jelas tindak lanjutnya.

“Dulu pernah diajukan perbaikan, tapi saya tidak tahu kelanjutannya. Kalau mau detail lebih baik tanya kepala sekolah, karena beliau sedang tidak di tempat,” tambahnya.

Kerusakan terparah terjadi di salah satu ruang kelas. Plafonnya sudah jebol sehingga ruangan itu tidak bisa dipakai lagi. Para siswa terpaksa dipindahkan ke ruang lain untuk tetap bisa belajar.

“Karena kelasnya rusak, jadi sementara dipindahkan ke ruangan lain,” jelas Neliani. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia