Banyuasin dan OKI Menyusul Palembang, Ini Daerah Paling Sering Bepergian di Sumsel

AKURAT.CO SUMSEL Pergerakan wisatawan nusantara di Provinsi Sumatera Selatan sepanjang 2025 menunjukkan angka yang signifikan.
Data terbaru mencatat jumlah perjalanan wisatawan domestik mencapai jutaan perjalanan setiap bulannya, dengan Kota Palembang menjadi daerah asal wisatawan terbanyak.
Berdasarkan data jumlah perjalanan wisatawan nusantara menurut kabupaten/kota asal, total perjalanan dari Sumatera Selatan pada Januari 2025 tercatat sebanyak 2.244.154 perjalanan.
Angka tersebut sempat menurun pada Februari dan Maret, namun kembali melonjak tajam pada April hingga menembus 2.840.293 perjalanan, menjadi capaian tertinggi sepanjang tahun berjalan.
Pada bulan-bulan berikutnya, jumlah perjalanan relatif stabil di kisaran 2,1 hingga 2,4 juta perjalanan per bulan hingga November 2025.
Baca Juga: 3 Lokasi Kampung Kreatif Palembang, Wisata Edukasi Murah Dongkrak Ekonomi UMKM Lokal
Secara regional, Kota Palembang menjadi kontributor terbesar perjalanan wisatawan nusantara di Sumatera Selatan.
Pada Januari 2025, jumlah perjalanan wisatawan asal Palembang mencapai 492.911 perjalanan dan meningkat tajam pada April hingga 671.188 perjalanan.
Hingga November, angka perjalanan dari Palembang konsisten berada di atas 450 ribu perjalanan per bulan.
Selain Palembang, Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ilir (OKI) juga menjadi daerah penyumbang perjalanan wisatawan terbesar.
Banyuasin mencatat lebih dari 200 ribu perjalanan hampir setiap bulan, dengan puncak mencapai 295.704 perjalanan pada April 2025.
Sementara OKI mencatat 260.847 perjalanan pada April dan stabil di kisaran 190 ribu hingga 220 ribu perjalanan pada bulan lainnya.
Kabupaten Muara Enim dan Musi Banyuasin juga menunjukkan mobilitas wisatawan yang cukup tinggi, masing-masing mencatat lebih dari 140 ribu perjalanan pada sebagian besar bulan di 2025.
Sementara itu, daerah seperti Pagar Alam, Empat Lawang, OKU Selatan, dan Musi Rawas Utara mencatat jumlah perjalanan yang relatif lebih rendah dibandingkan daerah lain, meski tetap menunjukkan peningkatan pada periode libur panjang, khususnya pada April dan Juni.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







