Karhutla di Sumatera Selatan 2025: 2.935 Hektare Lahan Terbakar, OKI dan Muba Terparah

AKURAT.CO SUMSEL Luas lahan terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) terus melonjak. Hingga akhir September 2025, tercatat 2.935 hektare lahan hangus dilalap api sepanjang Januari–Agustus.
Jumlah ini meningkat tajam dibandingkan catatan sebelumnya pada 10 Agustus 2025 yang hanya 1.416 hektare. Dengan demikian, dalam kurun 21 hari terakhir, luas karhutla bertambah sekitar 1.518 hektare.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto, menjelaskan, data tersebut diperoleh melalui analisis citra satelit yang dilakukan Kementerian Kehutanan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
“Total luasan karhutla di Sumsel sepanjang Januari–Agustus 2025 mencapai 2.935 hektare. Dari jumlah itu, lahan mineral mendominasi dengan 2.855 hektare, sementara lahan gambut terbakar seluas 80,2 hektare,” jelas Ferdian, Selasa (30/9/2025).
Dari 17 kabupaten/kota di Sumsel, tujuh daerah tercatat mengalami karhutla terluas. Musi Banyuasin (Muba) menduduki posisi teratas dengan 855,8 hektare.
Disusul Ogan Komering Ilir (OKI) 473,6 hektare, Musi Rawas 362,6 hektare, Ogan Ilir 351,1 hektare, Ogan Komering Ulu (OKU) 265,5 hektare, Empat Lawang 164,5 hektare, dan Muara Enim 116,7 hektare.
Sementara wilayah lainnya relatif lebih kecil, seperti Lahat (99,2 hektare), Muratara (86,7 hektare), PALI (76,7 hektare), Banyuasin (37,8 hektare), Lubuklinggau (27,7 hektare), OKU Timur (15,8 hektare), serta Pagar Alam (2,1 hektare).
Kebakaran juga menjalar ke lahan gambut dengan total luas 80,2 hektare. Lokasinya tersebar di lima daerah, yakni OKI (45,4 hektare), Banyuasin (13,2 hektare), Muara Enim (11 hektare), Muba (8,9 hektare), dan Muratara (1,7 hektare).
Menurut Ferdian, pemantauan karhutla dilakukan secara intensif dengan bantuan teknologi satelit untuk mendeteksi titik panas sekaligus menekan risiko penyebaran api.
“Kementerian Kehutanan bersama BRIN terus memantau perkembangan karhutla dan mengoptimalkan langkah pencegahan serta penanggulangan agar dampaknya tidak semakin meluas,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









