Sumsel

Pemprov Sumsel Larang Truk Overload Lintasi Jalur Lintas Timur, APTM Bisa Dipidana

Maman Suparman | 30 Juli 2025, 17:56 WIB
Pemprov Sumsel Larang Truk Overload Lintasi Jalur Lintas Timur, APTM Bisa Dipidana

AKURAT.CO SUMSEL  Pemprov Sumsel secara tegas melarang kendaraan dengan muatan berlebih milik Agen Pemegang Tunggal Merek (APTM) melintasi Jalan Lintas Timur Sumatera, khususnya di ruas yang menghubungkan Palembang dengan Jambi.

Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Ari Narsa, menyampaikan bahwa larangan ini diberlakukan guna menjaga kondisi jalan dan keselamatan pengguna jalan lainnya. Ia mengingatkan bahwa truk dengan muatan melebihi kapasitas (overload) tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga bisa menimbulkan risiko kecelakaan.

“Kami mengimbau APTM agar tidak mengoperasikan kendaraan dengan muatan berlebih. Jika nanti regulasi perubahan dimensi kendaraan telah dikeluarkan pemerintah pusat, maka tanggung jawab hukum akan dialihkan ke agen, bukan hanya sopir. Artinya, APTM bisa dijerat pidana,” ujar Ari saat ditemui di Palembang, Rabu (30/7/2025).

Saat ini, Pemprov Sumsel masih menunggu kejelasan regulasi dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta Mabes Polri terkait perubahan dimensi kendaraan niaga. Namun, upaya pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran muatan tetap berjalan.

Baca Juga: OMC Digelar Lagi di Sumsel, 1 Ton Garam Disemai di Langit OKI hingga Palembang

"Selama ini yang ditindak hanya sopir. Kalau regulasi baru sudah keluar, pemilik kendaraan pun akan dikenai sanksi pidana. Kami terus patroli menangani kendaraan overload sejak awal tahun," tambahnya.

Meski belum merinci data jumlah pelanggaran sepanjang 2025, Ari menegaskan bahwa penindakan terus dilakukan oleh petugas di lapangan, khususnya di jalur vital seperti Jalan Lintas Timur Sumatera wilayah Kabupaten Banyuasin.

Diketahui, jalur ini menjadi salah satu urat nadi utama penghubung kendaraan logistik dari Pulau Jawa ke berbagai wilayah di Sumatera, mulai dari Sumsel, Jambi, hingga ke utara Pulau Sumatera seperti Sumatera Utara dan Aceh. Namun, kemacetan kerap terjadi akibat kendaraan mogok atau manuver ugal-ugalan truk besar.

“Kami ingin memastikan Jalan Lintas Timur ini tetap lancar dan aman bagi semua pengguna jalan. Jangan sampai terganggu akibat ulah kendaraan overload,” tutup Ari.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia