Sumsel

Kelahiran Bayi di Sumsel Capai 137 Ribu, Beberapa Wilayah Masih Hadapi Masalah Gizi

Maman Suparman | 26 Juli 2025, 19:00 WIB
Kelahiran Bayi di Sumsel Capai 137 Ribu, Beberapa Wilayah Masih Hadapi Masalah Gizi

AKURAT.CO SUMSEL  Provinsi Sumatera Selatan mencatat angka kelahiran bayi yang cukup tinggi sepanjang tahun 2024, dengan total 137.128 jiwa.

Namun, di balik tingginya angka kelahiran tersebut, sejumlah tantangan kesehatan masih membayangi, termasuk kasus bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR) dan balita bergizi buruk.

Berdasarkan data terbaru, terdapat 2.288 bayi yang lahir dengan berat badan di bawah normal serta 6.749 kasus gizi buruk yang tersebar di 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.

Kondisi ini menjadi sorotan serius dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di daerah.

Kabupaten Ogan Ilir mencatat jumlah balita bergizi buruk tertinggi di provinsi ini, dengan 1.319 kasus. Disusul oleh Kabupaten Musi Rawas yang mencatat 825 kasus gizi buruk, serta Ogan Komering Ilir sebanyak 685 kasus.

Baca Juga: Tiga Anggota Komplotan Pencuri Baterai Tower Dibekuk di Palembang, Terlibat di 15 TKP

Ketiganya menunjukkan urgensi intervensi gizi dan peningkatan layanan kesehatan dasar yang lebih kuat.

Sementara itu, Kota Palembang menyumbang jumlah kelahiran tertinggi, yakni 28.244 bayi.

Meski demikian, angka kasus gizi buruk di ibu kota provinsi ini tercatat lebih rendah dibandingkan beberapa kabupaten lainnya, yaitu sebanyak 663 kasus.

Ini mengindikasikan bahwa akses terhadap fasilitas kesehatan dan edukasi gizi yang lebih baik turut berperan dalam menekan angka gizi buruk.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia