Sumsel

Soal Hitung Cepat Pilkada Sumsel, Ini Penjelasan dari Eddy Santana dan Anita Noeringhati

Deni Hermawan | 27 November 2024, 19:00 WIB
Soal Hitung Cepat Pilkada Sumsel, Ini Penjelasan dari Eddy Santana dan Anita Noeringhati

AKURAT.CO SUMSEL Calon Gubernur Sumatera Selatan Eddy Santana Putra memberikan tanggapan terhadap hasil hitung cepat atau quick count Pilkada 2024.

Eddy mempertanyakan keakuratan angka yang dihitung, dan meminta pendukung pasangan calon nomor urut dua untuk tidak cepat percaya dengan hasil sementara yang diperoleh dari quick count.

"Perhitungan yang sebenarnya ada di KPU. Untuk kondisi Era Baru, angka nomor urut 2 sudah mencapai 70 persen. Saya rasa data ini terbalik," ujar Eddy, Rabu (27/11/2024).

Eddy mengklaim bahwa perhitungan suara yang diperoleh dirinya bersama Riezky Aprilia sebagai pasangan calon akan mengalami perubahan signifikan, terutama setelah semua suara dari berbagai daerah masuk, terutama dari Palembang. Dia menilai ada kemungkinan terjadi penggiringan opini yang memengaruhi hasil quick count.

"Sepertinya ada penggiringan opini, mungkin kondisinya terbalik. Kita bisa cek langsung di link KPU, karena perhitungan yang sah adalah dari KPU. Jangan terlalu cepat percaya dengan quick count ini. Kita tunggu akumulasi data lengkap, termasuk suara dari PDI Perjuangan," tegas Eddy.

Dia juga menyatakan bahwa dukungan terhadap pasangan nomor urut 2 sangat besar di Ibu Kota Sumsel, Palembang.

"Di Palembang, kita menang besar. Banyuasin berimbang, dan OKI masih menunggu pengumpulan suara. Jadi, jangan percaya hasil quick count, kita tunggu hasil perhitungan berjenjang," tambahnya.

Baca Juga: Unggul Quick Count, Herman Deru: Nanti, masih belum selesai

Sementara itu, Calon Wakil Gubernur Sumsel, RA Anita Noeringhati, juga memberikan tanggapan terkait perbedaan hasil antara quick count dan real count. Menurut Anita, meskipun quick count memberikan hasil yang cepat, angka yang ditampilkan bukan merupakan hasil resmi, karena perhitungan suara yang sah dan final akan dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Quick count itu sah-sah saja, tapi itu bukan hasil akhir dari KPU. Memang, quick count dan real count bisa menunjukkan persentase yang sama, namun hasilnya bisa berbeda," jelas Anita.

Anita menyebutkan bahwa berdasarkan data real count yang diterima dari Kabupaten OKU Timur, pasangan calon nomor urut 1 memperoleh sekitar 47 persen, sementara pasangan nomor urut 3 mendapat 28 persen, dan pasangan nomor urut 2 memperoleh 24 persen. Data ini berasal dari formulir C1 yang diterima langsung dari saksi di masing-masing TPS.

"Ini adalah hasil sementara dari C1 yang sudah kami input ke dalam sistem. Namun, angka ini bisa berubah karena data dari daerah lain, seperti Banyuasin, baru mencapai 5 persen dan Palembang sekitar 10 persen," tambah Anita.

Anita menegaskan bahwa meskipun perolehan sementara menunjukkan keunggulan pasangan nomor urut 1, timnya akan terus memantau perkembangan perhitungan suara hingga hasil final diumumkan.

"Kita akan terus mengikuti perkembangan dan menunggu hasil akhir yang sah dari KPU," pungkasnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto