Sumsel

Debat Pilgub Sumsel: Herman Deru, Eddy Santana Putra, dan Mawardi Yahya Adu Visi untuk Kesejahteraan

Deni Hermawan | 28 Oktober 2024, 11:00 WIB
Debat Pilgub Sumsel: Herman Deru, Eddy Santana Putra, dan Mawardi Yahya Adu Visi untuk Kesejahteraan

AKURAT.CO SUMSEL Debat perdana Pilkada Gubernur Sumatera Selatan (Pilgub Sumsel) siap digelar pada Senin (28/10/2024) malam di Hotel Novotel, Palembang.

Debat akan mempertemukan tiga kandidat calon gubernur, yaitu Herman Deru, Eddy Santana Putra, dan Mawardi Yahya, yang akan memaparkan visi, misi, serta gagasan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan.

Ketua KPU Sumsel, Andika Pranata Jaya, menyebut debat ini akan dimulai pukul 19.00 WIB dan diproyeksikan menjadi momentum penting bagi para kandidat untuk menunjukkan komitmen serta ide-ide konkret yang diusung masing-masing demi Sumsel yang lebih maju.

“Tiga calon gubernur akan menyampaikan visi dan misi serta beradu ide dan gagasan untuk pembangunan Sumsel,” jelas Andika, Sabtu (26/10/2024).

Debat pertama ini mengangkat tema “Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat, Kemajuan Daerah, dan Penguatan Persatuan Bangsa,” yang mengarah pada tiga pilar penting bagi masyarakat Sumsel.

Melalui tema ini, para calon diharapkan dapat menyampaikan strategi khusus mereka untuk memajukan sektor kesejahteraan, pembangunan daerah, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman Sumsel.

Baca Juga: KPU Sumsel Batasi Jumlah Massa di Debat Pilgub 2024, Setiap Paslon Hanya Boleh Bawa 85 Pendamping

Andika juga menjelaskan, debat pertama ini akan khusus diikuti oleh para calon gubernur.
“Debat kedua akan dikhususkan untuk para calon wakil gubernur, sedangkan pada debat ketiga nantinya pasangan calon gubernur dan wakil gubernur akan tampil bersama,” tambahnya.

KPU Sumsel telah menetapkan kebijakan pembatasan jumlah tim pendamping untuk setiap calon. Hanya 85 orang yang diizinkan hadir mendampingi setiap pasangan calon.

Langkah ini diambil demi menjaga suasana debat tetap kondusif dan memastikan bahwa fokus utama tetap pada substansi debat, bukan pada keramaian atau sorak-sorai pendukung yang berlebihan.

Andika menjelaskan bahwa pembatasan ini diperlukan agar debat berjalan dengan lancar dan tetap terfokus pada esensi visi dan misi para kandidat.

“Kami berharap masyarakat bisa menyaksikan debat ini dengan nyaman dan memperoleh pemahaman yang lebih jelas tentang program dari masing-masing calon,” ujarnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto